Adab Memanggil seseorang dari Balik Tirai Atau Tembok menurut Islam

Imam Abu Sa’d Al Mutawalli mengatakan bahwa apabila seseorang memanggil orang lain dari belakang tembok atau lari dari belakang tirai, hendaklah ia mengucapkan, ‘Semoga keselamatan atas engkau, hai si Fulan.’ Atau dia menulis surat yang di dalamnya disebutkan, ‘Semoga keselamatan atas engkau, hai Fulan.’ Atau ‘Semoga keselamatan atas Fulan.’

Atau ia mengirimkan seorang utusan dan mengucapkan, ‘Sampaikanlah salamku kepada si Fulan.’ Lalu oang yang ditujunya (menerima surat itu) atau utusannya, maka si penerima diwajibkan menjawab salamnya. Orang yang menerima surat diwajibkan menjawab salam bila surat telah sampai kepadanya.

Diriwayatkan di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim melalui Siti Aisyah r.a. yang menceritakan:

“Ini adalah Jibril membacakan salamnya buat kamu.” Siti Aisyah r.a. melanjutkan kisahnya, “Lalu aku berkata:

وَعَلَيْهِ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Wa’alaihimus salaamu warahmatullaahi wabarakaatuh.

 “Dan semoga pula keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya terlimpah atasnya.”

Disunatkan hendaknya seseorang mengirim salam kepada orang yang tidak ia jumpai.

Apabila seseorang menyuruh orang lain menyampaikan salam kepada seseorang, lalu pesuruh mengucapkan, “Si Fulan menitipkan salamnya buatmu,” maka si penerima salam diwajibkan menjawabnya seketika.

Disunatkan pula menjawab kepada orang yang menyampaikannya dengan ucapan, “Dan semoga keselamatan atas kamu dan dia.”

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu Daud melalui Ghalib Al Qaththan, dari seorang lelaki yang menceritakan bahwa ayahnya telah menceritakan sebuah hadis dari kakeknya yang menceritakan:

Ayahku menyuruhku menghadap Rasulullah saw seraya berpesan, “Datanglah kepadanya dan sampaikan salamku kepadanya.” Lalu aku datang kepadanya dan mengatakan, “Sesungguhnya ayahku menitipkan salamnya buatmu.” Maka beliau menjawab:

وَعَلَيْكَ وَعَلَى اَبِيْكَ السَّلاَمُ

Wa’alaika wa’ala abiikas salaamu.

“Dan semoga pula keselamatan atas dirimu dan diri ayahmu.”

Sekalipun hadis ini merupakan riwayat dari orang yang tidak dikenal, tetapi hadis mengenai keutamaan beramal dapat dipakai menurut semua ahlul ‘ilmi.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan salam, semoga uraian singkat diatas dapat memberikan manfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat, amiin