3 macam penganiayaan atau kedzaliman

Ath Thoyalis dan Al Bazzar telah meriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Penganiayaan itu ada tiga macam, yaitu:

  1. Penganiayaan yang tidak akan diampuni oleh Allah.
  2. Penganiayaan yang diampuni oleh Allah.
  3. Penganiayaan yang tidak dibiarkan oleh Allah.

Adapun penganiayaan yang tidak diampuni dosanya oleh Allah itu adalah syirik. Allah berfirman:

“ Sesungguhnya syirik adalah penganiayaan yang besar.

 Adapun penganiayaan yang diampuni Allah adalah penganiayaan seorang hamba terhadap dirinya sendiri dengan melanggar ajaran antara mereka dengan Tuhan mereka.

Dan penganiayaan yang tidak dibiarkan Allah itu adalah penganiayaan seorang hamba yang dilakukan antara sebagian mereka kepada sebagian yang lain, sehingga dilaksanakan pembalasan antara yang satu dengan yang lain.”

Hukuman bagi orang yang mengambil tanah milik orang lain

Imam Ahmad dan Bukhari serta Muslim juga telah meriwayatkan dari Aisyah r.a. dan Sa’id bin Zaid r.a. berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda:

Barang siapa yang menganiaya sejengkal tanah, maka akan dikalungkan padanya dari tujuh lapis bumi (Allah menenggelamkannya ke dalam tanah, sehingga berada di tengah-tengah bumi seolah-olah bumi mengalunginya).

Imam Ahmad dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ya’la bin Murrah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:

Setiap lelaki yang berbuat dzalim dengan mengambil sejengkal tanah milik orang, maka Allah akan memberinya beban untuk menggalinya hingga tanah yang lapis ketujuh, lalu dikalungkan kepadanya pada hari kiamat nanti sehingga sangkut paut tanggungannya selesai diantara dia dan manusia.

Riwayat Imam Ahmad dan Imam Thabrani bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barang siapa yang mengambil tanah meskipun sedikit tanpa ada haknya, maka tanah itu hingga tujuh lapis akan dikalungkan padanya (pada hari kiamat nanti), tidak akan diterima ibadah sunat dan wajibnya.

Ad Dailami meriwayatkan dari Hudzaifah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:

Orang-orang yang dzalim beserta para pembantunya berada di dalam neraka.

Imam Abu Dawud meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barang siapa yang membela orang mukmin dari orang munafik yang mengganggunya, maka Allah akan mengutus malaikat yang menjaganya dari api neraka jahanam (nanti pada hari kiamat).