Keburukan sifat sombong

Diceritakan bahwa pada suatu hari Nabi Sulaiman bin Dawud a.s. memerintahkan kepada jin, manusia, burung-burung, dan binatang-binatang yang lain untuk keluar, maka berbarislah dua ratus ribu jin dan dua ratus ribu manusia, lalu diangkat ke langit sehingga mendengar bunyi tasbih para malaikat. Kemudian diturunkan lagi sehingga dua tapak kakinya menyentuh air laut, tiba-tiba ia mendengar suara, “Seandainya ada seberat dzarrah kecongkakan dalam hati temanmu (Nabi Sulaiman) maka akan ditenggelamkan ke bumi (dasar laut) sejauh-jauhnya sebagaimana diangkat ke langit tadi.”

Nabi Sulaiman a.s. juga pernah ditanya tentang kejahatan yang tidak dapat dihapus dengan kebaikan, beliau menjawab yaitu sombong.

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahwa ada seorang yang jahat, durhaka, pelacur duduk bersama seorang yang ahli ibadah dengan tujuan ingin memperoleh manfaat daripadanya. Tapi orang yang ahli ibadah itu merasa jijik dan enggan duduk bersamanya sehingga diusirnya dari majelisnya. Maka Allah berfirman kepada salah satu Nabi-Nya, “Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa orang yang jahat itu dan memusnahkan pahala orang yang ahli ibadah, karena orang yang bodoh dan durhaka itu merendahkan diri lantaran takut kepada Allah, maka ia akan lebih taat daripada orang alim yang sombong dan seorang ahli ibadah yang membanggakan dirinya.”

Imam Ghazali pernah berkata, “Barang siapa yang beranggapan bahwa dirinya lebih baik daripada seorang pun makhluk Allah, maka ia termasuk orang yang sombong.”

Handum juga telah berkata, “Barang siapa yang mengira bahwa dirinya lebih baik daripada Fir’aun maka termasuk orang yang sombong.”

Semoga Allah melindungi kita dari sifat sombong dan memelihara kita dari sifat ujub, amiin.