Sunah Berjabat Tangan Dengan Wajah Berseri-Seri

Dalam berjabat tangan disunatkan dengan muka yang berseri-seri, mendoakan ampunan untuknya dan doa lainnya.

Diriwayatkan di dalam kitb Shahih Muslim melalui Abu Dzar ra.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw telah bersabda kepadaku, “Jangan sekali-kali engkau meremehkan perkara kebajikan barang sedikit pun, sekalipun dalam bentuk engkau bersua dengan saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.”

Berjabatan Tangan Dapat Menghapus Dosa

Diriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Al Barra ibnu Azib r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Sesungguhnya dua orang muslim apabila bersua, lalu keduanya berjabat tangan dan saling mengungkapkan rasa keakrabannya dan saling menasihati dengan kebaikan, niscaya bertaburanlah kesalahan keduanya (yakni lenyaplah semua dosa untuknya).

Di dalam riwayat lain disebutkan sebagai berikut:

Apabila dua orang muslim berjumpa, lalu keduanya berjabat tangan dan memuji Allah swt, serta memohon ampun, niscaya Allah swt memberi ampunan kepada keduanya.

Diriwayatkan pula di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Anas r.a. dari Nabi saw yang bersabda:

Tidak sekali-kali dua orang hamba yang saling menyukai karena Allah, salah seorang dari keduanya menyambut kedatangan saudaranya, lalu keduanya berjabat tangan dan membaca salawat untuk Nabi saw, melainkan tidaklah keduanya berpisah sebelum dosanya diampuni, baik yang terdahulu maupun yang kemudian.

Diriwayatkan pula di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Anas r.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw belum pernah menjabat tangan seseorang, lalu melepaskannya, melainkan beliau berdoa, “Allaahumma aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhirati hasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar,” (Ya Allah, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah diri kami dari siksa neraka).

Ucapan Selain Salam Tidak Perlu Dijawab

Apabila ada orang yang lewat memulai mengucapkan kalimat berikut kepada orang yang dilewatinya, yaitu “Semoga Allah membuat pagi harimu penuh dengan kebaikan,” atau kebahagiaan, atau semoga Allah menguatkanmu, atau semoga Allah tidak membuatmu terasa terasing, atau perkataan lain yang biasa digunakan oleh orang-orang, ucapan itu tidak berhak mendapat jawaban.

Tetapi jika sebelum itu ia mendoakan orang yang dimaksud, hal ini baik, hanya saja sebaiknya tidak dijawab sama sekali guna memberikan peringatan kepadanya karena ia meremehkan salam dan tidak mau mengatakannya, serta sebagai pelajaran baginya, juga bagi yang lain agar selalu memperhatikan memulai dengan salam.

Bolehkan Mengucapkan Salam Kepada Orang Yang Baru Keluar Dari Kamar Mandi

Abu Sa’d Al Mutawalli mengatakan bahwa ucapan selamat yang ditujukan kepada seseorang yang baru keluar dari kamar mandi, seperti ucapan, “Semoga mandimu membawa kebaikan,” tidak ada asalnya.

Tetapi telah diriwayatkan bahwa Ali karamallaahu wajhah pernah mengatakan kepada seorang lelaki yang baru keluar dari kamar mandi, “Semoga engkau suci dan tidak najis.”

Berbeda halnya seandainya seseorang mengatakan kepada orang lain untuk menambah kerukunan dan keakraban serta menarik simpati, “Semoga Allah mengabadikan kenikmatan padamu,: dan ucapan lain yang sejenis berupa doa, hukumnya tidak dilarang.