Larangan untuk memiliki sifat riya’

Imam Abu Nu’aim dan Ad Dailami meriwayatkan sebagai berikut:

Sesungguhnya Allah mengharamkan surga bagi orang yang melakukan amal perbuatan karena riya’ (ingin dilihat dan dipuji orang).

Dan juga riwayat Ad Dailami bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Bau surga itu dapat dicium dari jarak perjalanan sejauh lima ratus tahun, tapi orang yang hanya mencari keduniaan dengan amal perbuatan akhirat tidak akan menciumnya.

Imam Thabrani juga telah meriwayatkannya bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Sesungguhnya di dlam neraka jahanam itu ada jurang (yang sangat curam) dimana neraka jahanam sendiri selalu minta perlindungan kepada Allah daripadanya setiap harinya sebanyak empat ratus kali. Jurang itu disediakan untuk orang-orang yang berbuat riya’ dari umat Muhammad, untuk orang yang hafal Al Qur’an dan orang yang bershadaqah tidak karena Allah, untuk orang yang berhaji dan untuk orang yang berjihad tidak karena Allah.

Dan riwayatnya pula beserta Imam Baihaqi, bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Barang siapa yang mengerjakan shalat dengn baik ketika dilihat orang, kemudian mengerjakannya dengan jelek ketika sendirian, maka perbuatannya itu termasuk penghinaan kepada Tuhannya.

Ibnu Majah juga telah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw telah bersabda sebagai berikut:

Banyak orang yang berpuasa tapi tidak memperoleh sesuatu dari puasanya itu melainkan rasa lapar. Banyak juga orang yang selalu mengerjakan shalat malam, tapi tidak memperoleh sesuatu daripadanya kecuali berjaga malam.