Hukum Membaca Hamdalah Ketika Bersin Sewaktu Shalat

Apabila seseorang bersin dalam shalat, ia disunatkan mengucapkan, “segala puji bagi Allah,” dengan suara yang terdengar oleh dirinya sendiri.

Menurut mazhab Maliki ada 3 pendapat, yang pertama adalah pendapat di atas. Pendapat kedua mengucapkan hamdalah dalam hatinya sendiri. Dan pendapat ketiga mengatakan tidak boleh bertahmid dengan suara keras, tidak pula dalam hati.

Disunatkan Menutup Mulut Ketika Bersin

Menurut ketentuan sunnah, apabila seseorang akan bersin, hendaklah meletakkan tangan atau pakaian atau penutup lain pada mulutnya, dan merendahkan suara bersinnya.

Diriwayatkan di dalam kitab Sunan Abu daud dan Sunan Turmudzi melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan:

Rasulullah saw apabila bersin selalu meletakkan tangan atau pakaian pada mulutnya, lalu merendahkan atau menekan suara bersinnya dengan hal tersebut.

Diriwayatkan di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Abdullah ibnuz Zubair r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah swt tidak menyukai suara keras ketika menguap dan bersin.

Diriwayatka di dalam kitab Ibnu Sinni melalui Ummu Salamah r.a. yang menceritakan:

Menguap dengan suara keras dan bersin dengan suara yang keras merupakan perbuatan setan.

Orang Yang Bersin Tidak Membaca Doa Tidak Boleh Di Tasymit

Apabila orang yang bersin tidak membaca tasymit, maka ia tidak boleh di tasymit. Paling sedikit ialah membaca hamdalah dan tasymit serta jawabannya ialah mengucapkannya dengan suara yang dapat didengar oleh temannya.

Begitu pula orang yang bersin mengucapkan lafaz selain Alhamdu lillaah, ia tidak berhak mendapat tasymit.