Bahaya berbuat riya’

Diceritakan bahwa ada seorang lelaki menjamu kepada Sofyan Ats Tsauri pada sahabatnya, lalu berkata kepada istrinya, “Berikanlah kepadaku hidangan yang kamu bawa dari haji yang kedua, bukan haji yang pertama.” Maka Sofyan Ats Tsauri berkata, “Sungguh kasih orang ini, dengan perkataannya itu dia telah menghapus pahala dua hajinya.”

Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari bahayanya perbuatan riya’.

Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Bakar r.a. “Sesungguhnya syirik itu lebih samar daripada langkah kaki smeut, dan aku akan mengajarkan kepadamu suatu bacaan yang jika kamu mau membacanya niscaya Allah akan menghilangkan daripadamu syirik-syirik yang kecil maupun yang besar, yaitu hendaklah kamu berdoa:

اَللّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُبِكَ اَنْ اُشْرِكَ بِكَ وَاَنَااَعْلَمُ وَاَسْتَغْفِرُكَ لِمَالاَاَعْلَمُ تَقُوْلُهَا

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatanku yang ada unsur syiriknya di saat aku juga mengetahuinya, dan aku mohon ampun pada-Mu dari syirik yang tidak aku ketahui.” 3x

Seorang imam pernah ditanya, “Siapakah orang yang ikhlas itu?” Jawabnya, “Yaitu orang yang menyembunyikan kebaikannya sebagaimana ia menyembunyikan kejahatannya.”

Ada pula imam yang ditanya, “Apakah tujuan terakhir dari ikhlas?” Jawabnya, “Hendaklah kamu tidak senang terhadap pujian orang.”