cara berbelasungkawa dan takziah kepada orang yang berduka

Maimun ibnu Mihran menceritakan bahwa ada seorang lelaki mengucapkan belasungkawa kepada Umar ibnu Abdul Aziz yang kematian anaknya, yaitu Abdul Malik. Umar berkata, “Perkara yang menimpa Abdul Malik merupakan hal yang telah kami ketahui. Maka ketika hal itu terjadi, kami tidak mengingkarinya.”

Bisyr ibnu Abdullah mengatakan bahwa Umar ibnu Aziz berdiri di atas kuburan anaknya, Abdul Malik; lalu ia mengatakan, “Semoga Allah merahmatimu hai anakku. Sesungguhnya ketika kamu dilahirkan dalam keadaan senang dan dibesarkan dalam keadaan berbakti, apa saja yang aku sukai bila aku memintanya kepadamu, kamu memperkenankannya.”

Maslamah menceritakan, “Ketika Abdul Malik ibnu Umar meninggal dunia, ayahnya membuka penutup kepalanya, lalu berkata, ‘Semoga Allah merahmatimu, hai anakku. Sesungguhnya aku merasa gembira denganmu di saat kelahiranmu, dan sepanjang umurku aku merasa gembira denganmu. Tetapi tiada suatu saat pun yang lebih menggembirakan diriku selain saat ini. Ingatlah, demi Allah, sesunguhnya engkau benar-benar akan mengajak ayahmu ke dalam surga’.”

Abul Hasan Al Madaini menceritakan bahwa Umar ibnu Abdul Aziz masuk ke dalam rumah anaknya ketika sedang sakit. Ia bertanya, “Hai anakku, bagaimanakah keadaanmu sekarang?” anaknya menjawab, “Aku merasakan bahwa usiaku tidak akan lama lagi.” Ia mengatakan, “Hai anakku, sesungguhnya bila engkau berada dalam timbanganku lebih aku sukai daripada aku berada dalam timbanganmu.” Anaknya menjawab, “Wahai ayahku, sesungguhnya apa yang engkau sukai labih aku sukai daripada apa yang aku sukai.