Contoh Kalimat Yang Termasuk Ikrar

Dalam sebuah pengakuan disyaratkan adanya lafadz yang menunjukkan tetapnya suatu hak, misalnya dikatakan, “Aku mempunyai utang atau piutang sebanyak sekian pada si Zaid,” seandainya dia menambahkan kalimat, “Menurut dugaanku atau aku menduga,” maka pengakuannya tidak berarti.kemudian jika yang diakuinya merupakan suatu barang, misalnya dikatakan, “Baju ini adalah milik Zaid,” atau “Ambillah baju ini”, atau lainnya, misalnya “Dia memiliki baju atau memiliki seribu anu,” maka disyaratkan harus digabungkan dengan kata-kata berikut, misalnya dengan lafaz ‘indii (padaku0 atau ‘alayya (atas diriku).

Ucapan pengaku ‘alayya (atas diriku) atau fii dzimmatii (atas tanggunganku) menunjukkan makna  berutang, sedangkan kata ma’i (bersamaku) atau ‘indii (aku punya) menunjukkan pemilikan barang.

Pengakuan terhadap suatu barang diinterpretasikan berasarkan urutan yang paling bawah dalam penilaiannya, yaitu dianggap sebagai barang titipan. Karena itu, ucapannya dalam pengembalian atau menyatakan adanya kerusakan dapat diterima melalui sumpahnya.

Kata-kata yang termasuk ikrar

Termasuk kata-kata ikrar  ialah na’am (ya), balaa (memang benar), shadaqta (engkau benar), abra-tanii minhu (engkau bebaskan diriku darinya), atau abri-nii minhu (bebaskanlah aku darinya). Penjabarannya ialah sebagai jawaban dari kata-kata, “bukankah aku mempunyai piutang kepadamu sebanyak sekian?” atau dia mengatakan kepada lawan bicaranya, “Aku mempunyai tagihan padamu sebanyak sekian,” tanpa memakai kata tanya, sebab yang dapat disimpulkan dari kalimat tersebut merupakan pengakuan.

Seandainya seseorang mengatakan, “Bayarlah seribu piutangku yang ada padamu,” atau “Aku beri tahukan kepadamu bahwa kamu punbya utang seribu kepadaku,” lalu lawan bicaranya menjawab, “Ya, atau berilah masa tangguh buatku, atau aku tidak mengingkari dakwaanmu itu, atau tunggu hingga aku mmebuka kantong ini atau hingg aku menemukan kunci atau uang dirhamku,” sebagai misal, maka hal ini adalah pengakuan sekiranya tidak ada ejekan.

Tetapi jika dibarengi dengan tanda-tanda yang menunjukkan ejekan pada salah satu dari ungkapan di atas, misalnya kalimatnya diungkapkan dengan dibarengi tertawa atau menggoyang-goyangkan kepala sebagai pertanda heran dan ingkar, serta hal tersebut dapat ditangkap pengertiannya dnegan jelas, maka hal tersebut bukan dinamakan sebagai pengakuan, menurut pendapat yang dapat dipegang.

Perbuatan yang merupakan pengakuan pemiliknya

Menyuruh menjual sesuatu merupakan pengakuan pemilikan. Meminjam dan menyewa merupakan pengakuan pemilikan manfaat (jasa), tetapi ketentuannya terletak di tangan orang yang mengaku.