Inilah Syarat Nazhir Atau Pengurus Wakaf

Syarat bagi seorang nazhir, baik dia merangkap sebagai pewakaf ataupun selainnya, ialah adil dan berkemampuan melaksanakan tugas yang diserahkan kepadanya sebagai pengemban harta wakaf.

Nazhir boleh menerima upah

Nazhir boleh menerima upah yang disyaratkan pewakaf, sekalipun jumlahnya lebih besar daripada upah yang sepantasnya, selagi dia bukan pewakaf sendiri. Jika pewakaf tidak mensyaratkan suatu upah pun buat nazhir, maka nazhir tidak berhak menerima upah.

Memang dibenarkan, pihak nazhir boleh melaporkan perkaranya kepada hakim agar hakim menetapkan upah buat dirinya dalam batas di bawah kebutuhan nafkah dan upah yang sepantasnya; perihalnya sama dengan wali anak yatim.

Ibnush Shabbagh berfatwa bahwa nazhir boleh menentukan sendiri hal tersebut dengan bebas tanpa melalui hakim lagi.

Nazhir melakukan kefasikan

Seorang nazhir tercatat dengan sendirinya jika melakukan kefasikan, kemudian kedudukan nazhir berpindah ke tangan hakim.

Seorang pewakaf berhak memecat nazhir yang diangkatnya, lalu menggantikannya dengan orang lain, kecuali jika jabatan nazhir-nya dimasukkan ke dalam persyaratan di saat pewakafan.

Seandainya orang-orang yang berhak meminta kepada nazhir kitab yang diwakafkan untuk mereka buat salinannya demi memelihara hak mereka, maka nazhir wajib mempermudah permintaan mereka