Apakah Yang Dilakukan Saat Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah merupakan salah satu bagian dari rukun ibadah haji. Maka tidak akan sah hajinya bila tidka melakukan wukuf di Arafah

Yakni berada di sebagian dari tanah Arafah walaupun sebentar dan sambil tidur atau lewat, sebagaimana hadis riwayat Turmudzi “Menunaikan haji itu ialah di Arafah.”

Masjid Ibrahim a.s. dan Masjid Namirah, tidak termasuk Arafah (sebab sebelah depan masjid Ibrahim termasuk Arafah, dan ujungnya termasuk Arafah, sedangkan masjid Namirah tapal batas antara tanah halal dan Arafah).

Yang afdhal bagi kaum lelaki hendaknya menuju tempat wukuf Nabi saw, yaitu dekat batu besar yang menghampar di bawah Jabal Rahmah yang sudah dimaklumi (dikenal).

Tanah itu disebut Arafah, ada yang berpendapat (disyaratkan wukuf di tempat itu) karena Nabi Adam dan Hawa bertemu di sana (sesudah berpisah lama), sedangkan menurut pendapat yang lain tidak behitu.

Waktu wukuf ialah antara tergelincir matahari pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 bulan Zulhijjah sampai terbit fajar hari Raya Nahr. Disunatkan menghimpun antara malam dan siang. Kalau tidak demikian, disunatkan menyembelih dam seperti haji tamattu’.

Haji Akbar

  1. Karena Nabi Muhammad saw berwukufnya sesudah tergelincir matahari.
  2. Sabdanya, “Hari yang paling utama ialah hari Arafah. Bila bertepatan hari itu dengan hari jumat, maka hajinya lebih utama daripada haji 70 kali pada selain hari jumat.”
  3. Sabdanya, “Bila kebetulan hari Arafah itu hari jumat, maka Allah mengampuni semua yang ada ditempat wukuf (yakni tanpa perantara) sedangkan pada hari selain jumat, Allah memberi syafaat kepada sebagian kaum untuk menolong yang lainnya.”

Hari Arafah yang bertepatan dengan hari jumat disebut Haji Akbar.

 

Sumber: Kitab Fat-hul Mu’in karangan Zainuddin bin Abdul Aziz al Malibari al Fannani