Bacaan surah shalat sunnah witir dan doa setelah shalat witir

Seseorang yang shalat witir lebih dari satu rakaat, boleh memisahkannya di antara setiap dua rakaat dengan salam. Yang demikian itu lebih afdhal daripada washal dengan sekali atau dua kali tasyahud pada dua rakaat terakhir (agar tidak menyerupai shalat magrib).

Tidak boleh me-washal lebih dari dua kali tasyahud, karena sesungguhnya me-washal itu menyalahi keutamaan shalat witir yang melebihi 3 rakaat. Dan washal pada shalat witir yang 3 rakat hukumnya makruh, sebab ada hadis dari Nabi saw yang melarangnya, yaitu “Janganlah kamu sekalian menyerupakan shalat witir dengan shalat magrib”.

Orang yang shalat witir tiga rakaat disunatkan membaca surat Al A’la pada rakaat pertama, Al Kafirun pada rakaat kedua, sedangkan pada rakat ketiga membaca surat Al Ikhlas dan Al Falaq dan An Naas, sebab ittiba’ kepada Nabi saw.

Apabila seseorang shalat witir lebih dari 3 rakaat, maka ia disunatkan membaca surat Al A’la, Al Kafirun, dan sebagainya seperti yang telah disebutkan tadi pada tiga rakaat yang terakhir, bila memeisahkan dari rakaat sebelumnya. Apabila tidak dipisahkan dari rakaat sebelumnya (misalnya shalat witirnya di washal lima rakaat), maka tidak disunatkan membaca surat-surat tersebut, sebagaimana fatwa Imam Bulquni. Orang yang shalat witir lebih dari tiga rakaat disunatkan membaca Al Ikhlas pada dua rakaat yang pertama, baik ia memisahkan ataupun me-washal-kan rakaatnya.

Sesudah shalat witir disunatkan membaca Subhaanal Malikil Qudduus tiga kali dan mnegeraskan suaranya pada yang ketiga kalinya, lalu membaca Allaahumma innii a’uudzu biridhaaka min sukhthika wabimu’aa faatika min ‘uquu batika wabika minka laa uhshii tsanaa-an ‘alaika anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsika. Ya Allah, sesungguhnya hamba memohon perlindungan dari murka-Mu dengan keridhaan-Mu, ampunan-Mu dari siksa-Mu, oleh-Mu, dan dari-Mu. Hamba tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana Engkau memuji Dzat-Mu.