Inilah Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunat terbagi dua, yaitu yang tidak disunatkan berjamaah dan yang disunatkan berjamaah. Yang tidak disunatkan berjamaah misalnya shalat sunat rawatib yang mengikuti fardu (yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat fardu) sebagaimana keterangan di bawah ini.

Berdasarkan hadis-hadis sahih yang tetap dalam sunnah (Abu Daud, Nasai, Ibnu Majah, Turmudzi) disunatkan 4 rakaat sebelum Asar, 4 rakaat sebelum Lohor, 4 rakaat sesudah Lohor, 2 rakaat sesudah magrib yang disunatkan menyambungnya dengan fardunya (karena waktunya sempit). Keutamaan menyambung itu tidak luput apabila sebelum mengerjakannya didahului dengan zikir yang ma’tsur dari Nabi saw sebagaimana bacaan sesudah shalat fardu.

Shalat sunat sebelum Asar bisa dikerjakan dengan sekali shalat 4 rakaat dan sekali tasyahud, namun yang lebih afdhal adalah dengan 2 kali shalat (dua kali salam/2 rakaat-2 rakaat).

Dua rakaat sebelum shalat magrib, sebagaimana sabda Nabi saw, “Shalatlah kamu sebelum magrib, shalatlah kamu sebelum magrib, bagi orang yang bermaksud.” (Riwayat Bukhari)

Sabdanya pula, “Di antara 2 azan (azan dan iqamah) terdapat shalat 2 rakaat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sesudah shalat isya dua rakaat yang ringan-ringan, serta sebelum magrib dan isya, kalau shalat sunat itu tidak terlalaikan lantaran menjawab muadzin. Apabila di antara azan dan iqamah itu masih ada waktu yang mencukupi untuk shalat sunat, kerjakanlah. Kalau tidak cukup, akhirkanlah.