Pengertian shalat dan kenapa shalat fardhu ada 17 rakaat

Arti shalat menurut istilah syara’ adalah serangkaian kat dan perbuatan yang telah ditentukan, dimulai dengan membaca takbir dan diakhiri dengan salam. Dikatakan demikian karena mencakup arti shalat secara bahasa, yaitu Doa. Shalat hukumnya fardhu ‘ain. Ada lima waktu shalat dalam sehari semalam, hal ini adalah perkara yang mesti diketahui, yaitu lohor, asar, maghrib, isya dan subuh. Jumlah rakaat seluruhnya adalah 17 rakaat, kafir hukumnya bagi orang yang mengingkarinya

Selain bagi Nabi kita Muhammad saw, kelima waktu shalat tersebut tidak merupakan suatu ketentuan, karena:

  • Shalat subuh merupakan shalat Nabi Adam a.s
  • Shalat Lohor adalah shalat Nabi Daud a.s
  • Shalat Asar merupakan shalat Nabi Sulaiman a.s
  • Shalat Maghrib merupakan shalat Nabi Ya’kub a.s
  • Shalat Isya merupakan shalat Nabi Yunus a.s

Shalat pertama kali diwajibkan atau difardhukan pada malam Isra’, sepuluh tahun tiga bulan sesudah kenabian, tepatnya pada malam 27 rajab. Shalat subuh belum diwajibkan pada malam itu karena belum diketahui tata caranya.

Shalat lima waktu diwajibkan setelah lahir dan batin Nabi Muhammad saw dibersihkan dari sifat-sifat yang kotor oleh Malaikat Jibril a.s dengan menggunakan air zamzam. Adapun hikmah rakaat shalat yang 17 itu adalah, waktu bangun rata-rata 17 jam, dengan rincian 12 jam siang hari dan 5 jam di malam hari. Jadi, setiap rakaat merupakan kifarat dari kelalaian setiap jam.