Tinggalkanlah sifat pelit dan makanan serta minuman haram

Menurut Syeikh Wahab bin Munabbih rahimahullah, bahwa ditulis di dalam kitab Taurat beberapa nasihat, diantaranya adalah:

  • Siapa saja orang yang meninggalkan berlebih-lebihan dalam perkara dunia, seperti omongan dan harta benda, keagungan serta yang lainnya dari perkara yang diperbolehkan (yang sering menjadikan maksiyat dan lupa kepada Allah), maka tentu dia akan termasuk kedalam kalangan orang yang mendapatkan nikmat (termasuk kedalam ahli kebaikan)
  • Siapa saja orang yang meninggalkan papaduan (bahasa sunda), maka tentu dia di hari kiamat akan menjadi orang yang bahagia (selamat). Nabi Muhammad saw bersabda, “Siapa saja orang yang meninggalkan papaduan (padahal dia orang yang berbuat salah), maka akan dibangun baginya satu rumah di samping surga. Dan siapa saja orang yang meninggalkan papaduan dan dia orang yang berbuat benar, maka akan dibangun baginya rumah di tengah-tengah surga. Dan siapa saja orang yang memperbagus akhlaqnya, maka bakal dibangun untuknya sebuah rumah diatas surga.”
  • Siapa saja orang yang meninggalkan pelit di dunia, maka dia tentu akan menjadi orang yang akan diceritakan dihadapan makhluk. Nabi saw bersabda, “Tidak akan mau berkumpul iman dan pelit di dalam hati seorang lelaki yang beriman selamanya.” HR Ibnu Sa’ad.

Nabi Muhammad saw juga bersabda, “Penyakit apa yang lebih buruk daripada penyakit pelit.” HR Imam Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim

  • Siapa saja orang yang meninggalkan kesenangan di alam dunia, dengan cara membuat lelah badannya dalam jalan tha’at kepada Allah swt, maka dia di hari kiamat akan dibahagiakan di surga darussalam.
  • Siapa saja orang yang meninggalkan perkara haram dalam makanan dan minuman, pakaian serta ucapan, maka dia di hari kiamat akan menjadi tetangga para Nabi ‘alaihimusshalatu wassalam.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar