7 Sifat Yang Harus Dipilih dan Ditinggalkan Oleh Orang Berakal

Keterangan yang diterima dari Sayyidina ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhu, bahwa bagi orang yang mempunyai akal harus memilih tujuh macam sifat dan meninggalkan tujuh sifat lagi yang menjadi lawannya (kebalikannya).

Memilih faqir dan meninggalkan kaya

Yang pertama adalah memilih faqir dan meninggalkan kekayaan. Rasulullah saw bersabda, “Faqir itu buruk menurut orang-orang, tetapi mewah (gaya) menurut Allah swt. HR Imam Dailami. Dan juga diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Hai golongan orang-orang faqir, kalian semua harus memberikan kepada Allah terhadap ridha dari hati kalian, maka tentu kalian semua akan mendapatkan ganjaran/pahala kefaqiran. Dan apabila kalian tidak ridha terhadap kefaqiran, maka kalian tidak akan mendapatkan ganjaran faqir.

Memilih kehinaan dan meninggalkan kemulyaan

Yang kedua adalah harus memilih kehinaan dan meninggalkan kemulyaan. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda:

Orang mu’min yang sering bercampur baur dengan orang-orang, dan sabar dari ledekan atau hinaan orang lain tersebut (sering disakiti), itu lebih utama daripada orang mu’min yang sering bercampur baur dengan orang-orang dan tidak sabar terhadap ledekan atau hinaannya. HR Imam Ahmad & Imam Bukhari

Yang ketiga adalah memilih untuk benar-benar meninggalkan takabur.

Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Siapa saja orang yang merendah-rendah (bersungguh-sungguh) karena khusyu’ kepada Allah, maka Allah akan meninggikan derajatnya. Dan siapa saja orang yang tinggi hati karena merasa di atas atau merasa besar, maka Allah akan merendahkannya.

Nabi saw juga bersabda: Tidak semata-mata seorang lelaki yang ada perasaan merasa besar di dirinya dan bergaya ketika berjalannya, kecuali lelaki tersebut akan menemukan Allah dalam keadaan tidak sukakepada dirinya. HR Imam Ahmad, Bukhari dan Hakim.

Memilih lapar dan meninggalkan kenyang

Yang keempatnya adalah memilih lapar dan meninggalkan perut kenyang. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda:

Dimana-mana menyedikitkan seorang lelaki makannya, maka Allah akan memenuhi ke dalam perutnya si lelaki dengan cahaya. HR ad Dailami

Nabi saw juga bersabda: Yang paling dicintai dari kalian semua oleh Allah adalah orang yang paling sedikit makannya, dan yang paling ringan badannya.

Nabi saw juga bersabda: Sebenar-benarnya dari sebagian yang berlebihan itu adalah kalian sering memakan tiap-tiap perkara yang diinginkan oleh kalian. HR Ibnu Majah

Memilih susah dan meninggalkan kesenangan

Yang kelimanya adalah memilih susah dan meninggalkan kesenangan.

Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Kalian semua harus merasa prihatin, karena sebenar-benarnya prihatin itu adalah kuncinya hati. Kemudia para sahabat bertanya,”Prihatin itu seperti apa wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Harus lapar perut kalian, dan dahaga perut kalian”

Memilih rendah dan meninggalkan yang tinggi

Yang keenam adalah memilih yang rendah dan meninggalkan yang tinggi. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda: Sebenar-benarnya bersungguh-sungguh dengan perkara yang rendah, itu adalah setengah dari kemulyaan majlis. HR Imam Thabrani dan Ibnu Hibban.

Nabi saw juga bersabda:

Siapa saja orang yang meninggikan dirinya di dunia, maka Allah akan menghinakannya di hari kiamat. Dan siapa saja orang yang merendahkan dirinya di dunia, maka Allah akan mengutus kepada orang tersebut satu malaikat di hari kiamat, kemudian malaikat itu mendahulukan (mengeluarkan) orang tersebut dari kumpulan orang-orang, lalu malaikat itu berkata, “Hai, ‘abdi yang shalih, Allah ‘azza wa jalla berfirman, ‘Kesini kamu kepada-Ku! Maka sebenar-benarnya kamu dari sebagiannya orang-orang yang tidak mendapat ketakutan dan tidak merasa prihatin orang-orang tersebut.’” HR Imam Ibnu ‘Asakir

Memilih mati dan meninggalkan kehidupan

Dan yang ketujuh adalah memilih mati dan meninggalkan kehidupan. Bahwa seseorang mengolah hartanya dalam tha’at kepada Allah swt

Apabila mendahulukan orang-orang terhadap berbagai hartanya sebelum matinya, maka orang-orang tersebut mencintai terhadap menyusul hartanya. Sedangkan apabila mengakhirkan seseorang terhadap hartanya, maka mencintai orang tersebut terhadap jadi akhir dia dari hartanya.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar