Perkara yang lebih berat dari langit, lebih luas dari bumi, lebih keras dari batu, lebih panas dari api

Sayyidina Ali pernah ditanya, “Apa perkara yang lebih berat daripada langit, dan apa perkara yang lebih lega (luas) daripada bumi, dan apa perkara yang lebih kaya daripada laut, dan apa perkara yang lebih keras daripada batu, apa perkara yang lebih panas daripada api, dan apa perkara yang lebih dingin daripada dingin yang teramat sangat, serta apa perkara yang lebih pahit daripada racun.”

Maka Sayyidina Ali menjawab, “Berbohong dan menuduh dengan batil kepada makhluk, itu lebih berat daripada langit.

Kalau haq, maksudnya hukum yang sama dengan buktinya itu lebih luas daripada bumi dari mulai Masyriq sampai ke Maghrib.

Hati orang yang qanaah (ridha terhadap bagian dari Allah), itu lebih kaya daripada laut.

Hati orang yang munafik lebih keras daripada batu, karena sebenar-benarnya batu itu menerima bekas (tapak) atau dengan kata lain kalah oleh besi, dan dengan lewatnya tambang dan air hujan, dan lamanya zaman (waktu). Berbeda dengan hati orang munafik, karena dia tidak menerima berbagai macam nasihat.

Raja yang dhalim itu lebih panas daripada api.

Sedangkan membutuhkan kepada orang yang tercela (pelit hatinya/hina asal keturunannya), itu lebih dingin daripada zamharir (dingin yang teramat sangat).

Dan sabar itu lebih pahit daripada racun. Serta ada yang mengatakan bahwa ngadu itu lebih pahit daripada racun.”

Rasulullah saw bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang ngadu-ngadu. HR Imam Bukhari, Muslim dan Abu Daud.

Nabi saw bersabda: Bukan dari golonganku orang yang hasud dan yang sering ngadu-ngadu dan yang mengadukan. Dan aku bukan dari golongan orang-orang tersebut.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar