Hasud (pengertian, musibah bagi orang hasud, dan hakikat sifat hasud)

Keterangan yang diterima dari Syeikh Ahnaf bin Qayas radhiyallahu ‘anhu, menurut beliau bahwa tidak akan ada kesenangan bagi orang yang hasud.

Menurut Syeikh ‘Abdul Mu’thissamlawi, yang dikutip dari gurunya yaitu Syeikh al Badru rahimahullah, bahwa orang yang hasud akan diberi lima macam musibah (cobaan).

  1. Hasil mencela dari hasudnya.
  2. Mendapatkan perhatian yang langgeng.
  3. Ditutupnya pintu taufiq.
  4. Mendapatkan musibah yang langgeng, yang tidak ada ganjaran (pahala) dari musibah tersebut.
  5. Mendapatkan rasa tidak suka (benci) dari Allah.

Menurut Syeikh ‘Ali al Mawardi, bahwa hakikatnya sifat hasud adalah perhatian yang sangat atau menyesal terhadap macam-macam kebaikan yang terbukti (ada) bagi orang lain (orang-orang yang memiliki keunggulan).

Sedangkan munafasah (tergiur) yaitu ingin menyerupai orang-orang yang di atasnya (memiliki keunggulan), sambil tidak memasukkan (memikirkan) madharat yang terjadi atau ada di orang diatasnya tersebut.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar