Orang yang menangis karena takut kepada Allah dan takut dibenci oleh-Nya

Menurut Sayyidina ‘Ali wakarrama wajhahu, bahwa menangis itu ada tiga macam.

  1. menangis karena takut terhadap siksaan Allah swt. Hal ini menjadi kifarat dari berbagai dosa.
  2. menangis karena takut dibenci atau tidak disukai Allah. Ini membersihkan keaiban. Sedangkan aib itu merupakan yang mengurangi martabat.
  3. menangis karena takut putus dari rahmat Allah.

Artinya takut jauh dari Allah, serta takut berpalingnya Allah dari dia. Ini merupakan wilayah/kewalian, maksudnya fana’nya seseorang yang menangis dari dirinya, karena berdirinya orang tersebut di hadapan Allah, serta meridhai yang dicintainya, yaitu Allah swt.

Buahnya kifarat atau leburnya dosa adalah selamat dari siksaaan di akhirat. Dan buahnya bersih dari berbagai aib adalah kenikmatan yang tetap atau langgeng, dan mendapatkan derajat yang tinggi di surga.

menangis

Sedangkan buahnya wilayah dan meridhai yang dicintainya adalah bagusnya kebahagiaan, maksudnya kebaikan yang sering jadi berubah dengan sebab kebaikan tersebut. Kebahagiaan penglihatan (wajah) lantaran bahagia dari Allah swt dengan mendapat keridhaan, artinya dengan hasil keridhaan Allah swt, dan karena hasil melihat Dzat Allah swt sambil/padahal tidak berhadapan (muqabalah). Dan para malaikat berziarah kepada orang tersebut dan bertambahlah fadhilah/kebaikan.

Dari penjelasan diatas, kita harus bisa mengambil hikmah dan manfaatnya agar kita semua menjadi orang yang lebih baik lagi di dunia dan di akhirat, dan mendapatkan ridha dari Allah swt.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar