Keutamaan Meninggalkan Kemarahan, Kekuasaan, dan Kesenangan Dunia

Menurut Syeikh Wahab bin Munabbih rahimahullah, bahwa ditulis di dalam kitab Taurat beberapa nasihat.

  • Siapa saja orang yang mengumpulkan bekal untuk berjalan menuju alam akhirat dengan taqwa, yaitu dengan menjauhi setiap perkara yang ditakuti menjadi madharat dalam agama, maka tentu di akhirat orang itu akan menjadi kekasih Allah.
  • Siapa saja orang yang meninggalkan kemarahan, maka tentu dia akan menjadi tetangga Allah. Rasulullah saw bersabda, “Orang yang kuat itu bukan yang bisa merobohkan orang lain, tetapi yang bisa mengendalikan nafsu (kemarahannya) ketika sedang marah. Nabi saw juga bersabda, “Siapa saja orang yang menahan amarahnya, maka Allah akan menjaganya dari siksaan-Nya.”
  • Siapa saja orang yang meninggalkan senang-senang dengan kehidupan dunia, maka dia akan selamat dari siksaan Allah di hari kiamat.
  • Siapa saja orang yang meninggalkan makhluk, maka dia akan dipuji di hari kiamat dihadapan para makhluk. Nabi Muhammad saw bersabda, “Kalian semua harus takut terhadap hasud, karena sebenar-benarnya 2 putra Nabi Adam salah satunya membunuh saudaranya dikarenakan hasud.”
  • Siapa saja orang yang meninggalkan suka dengan kepemimpinan, maka dia di hari kiamat akan menjadi orang yang mulya dihadapan Allah. Nabi saw bersabda, “Tidak semata-mata seorang lelaki yang sombong (merasa besar dan mengagungkan diri sendiri) dalam berjalannya, melainkan dia akan menghadap kepada Allah dan Allah membenci orang tersebut.” HR Imam Bukhari, Imam Ahmad dan Imam Hakim.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar