10 Kebaikan Yang Dicari Akan Ditemukan Pada 10 Perkara Lainnya

Keterangan yang diterima dari ba’dhul hukama, menurutnya bahwa dia sudah mencari 10 perkara di 10 tempat, maka dia ternyata menemukannya di 10 tempat yang lainnya.

Keluhuran derajat ada pada tawadhu keutamaan wara’

Pertama, sudah mencari keluhuran (derajat) dalam takabur, yaitu melihat harga diri. Ternyata keluhuran derajat itu ditemukan didalam tawadhu. Menurut Syeikh Fudhail tawadhu itu adalah tunduk, patuh dan menerima yang haq dari orang yang mengucapkan haq tersebut.

Kedua, sudah mencari ibadah (penutup untuk mengagungkan Allah) didalam shalat. Maka ditemukanlah ibadah tersebut dalam wara’. Yang disebut wara’ adalah meninggalkan perkara syubhat dan yang berlebihan.

Kesenangan hati ada pada zuhud dan cahaya hati didapatkan pada shalat malam

Ketiga, sudah mencari kesenangan untuk hati dan badan dengan bersungguh-sungguh mencari harta benda. Ternyata ditemukan bahwa kesenangan hati dan badan itu ada pada zuhud.

Keempat, sudah mencari cahaya yang menerangi hati pada shalat di siang hari sambil terang-terangan (dilihat orang lain). Ternyata ditemukan bahwa yang bisa menerangi hati itu adalah shalat di malam hari dan tidak diketahui orang lain.

Rasulullah saw bersabda, “Yang paling dekat antara Allah dengan ‘abdi-Nya adalah di tengah malam yang akhir. Apabila kalian terbukti menjadi sebagian orang yang dzikir kepada Allah saat itu, maka jadilah kalian.” HR Imam Turmudzi, Imam Hakim dan Imam Nisai

Dan diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Shalat dua rakaat yang dilakukan oleh ibnu Adam di tengah malam yang akhir, itu lebih baik bagi orang tersebut daripada alam dunia dan semua yang ada didalamnya. Dan apabila tidak menjadikan masyaqat kepada umatku, maka tentu aku akan mewajibkannya (dua rakaat shalat tengah malam).” HR Imam ibnu Nashar

Cahaya di hari kiamat ada pada puasa dan pintu surga bagi orang yang puasa serta keutamaan puasa

Kelima, sudah mencari cahaya di hari kiamat pada kedermawanan, dan ditemukanlah cahaya itu pada dahaga waktu puasa.

Diterima dari Sahal bin Sa’ad r.a. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “sebenar-benarnya di surga ada satu pintu yang bernama rayyan, yang pada masuk ke pintu tersebut  di hari kiamat orang-orang yang puasa. Yang tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu itu selain dari orang yang puasa. Lalu ditanyakan, ‘dimanakan orang-orang yang puasa?’ kemudian berdirilah orang yang berpuasa. Serta tidak boleh ada yang masuk lewat pintu itu kecuali orang yang puasa. Setelah semua orang yang puasa masuk semua, maka ditutuplah pintu tersebut, sehingga tidak ada orang lain yang masuk.”

Diterima dari Abi Sa’id r.a. bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Tidak semata-mata ada seorang ‘abdi yang puasa fisabilillah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka dengan jarak/waktu 70 tahun disebabkan puasanya.\

Shadaqah akan membuat seseorang melewati jembatan shirathal mustaqim

Keenam, sudah mencari kemudahan dalam melewati jembatan shirathal mustaqim pada menyembelih hewan kurban, ternyata ditemukannya untuk melewati jembatan tersebut dalam shadaqah.

Menurut Imam Sayuthi bahwa ganjaran shadaqah itu ada lima macam, yaitu:

  1. Shadaqah itu ganjarannya dilipat 10 kali kepada orang yang sehat badannya.
  2. Satu shadaqah dilipatkan 90 kali, yaitu kepada yang buta dan yang mendapat musibah.
  3. Berlipat 900 kali apabila memberikan kepada saudara yang membutuhkan.
  4. Berlipat 100 ribu bila memberikan shadaqah kepada orangtua.
  5. Berlipat 900 ribu bila memberikan shadaqah kepada orang ‘alim dan orang faqih

Dzikir kepada Allah akan menyelamatkan dari neraka jahanam dan membuat kita cinta kepada Allah

Ketujuh, mencari keselamatan dari neraka jahanam dengan perkara-perkara yang diperbolehkan. Dan ternyata keselamatan itu ada pada dzikir kepada Allah swt. Menurut Syeikh Abu Sulaiman ad Darani bahwa meninggalkan sesuap makanan pada sore hari itu lebih baik bagi dirinya daripada shalat di suatu malam hingga akhir.

Kedelapan, mencari cinta kepada Allah swt dalam perkara dunia (meninggalkan dunia). Dan ternyata cinta kepada  Allah itu ada dalam dzikir kepada-Nya. Rasulullah saw bersabda, “Dzikir itu lebih baik daripada shadaqah, dan dzikir kepada Allah itu lebih baik daripada puasa.” Makna hadis ini adalah, dzikir kepada Allah misalkan membaca tasbih, tahlil, tahmid, dan takbir lebih bagus daripada shadaqah sunnah. Dan dzikir kepada Allah lebih banyak ganjarannya dan lebih manfaat daripada puasa.

Keselamatan itu ada pada ‘uzlah dan cahaya hati ada pada tafakur

Kesembilan, mencari keselamatan di tempat berkumpulnya orang-orang, dan ternyata keselamatan itu ditemukan dalam ‘uzlah. Menurut Syeikh al Qusyairi hakikatnya ‘uzlah adalah menjauhi sifat-sifat yang dicela, dan memberi tapak hal tersebut untuk mengganti sifatnya yang lain, untuk menjauhi tempat tinggalnya.

Kesepuluh, mencari cahaya hati pada berbagai pepatah dan nasihat dan membaca Al Qur’an.  Dan ternyata cahaya itu terdapat pada tafakur, memikirkan keagungan makhluknya Allah dan rusaknya alam dunia, kesulitan di akhirat, serta perkara dunia akhirat, keteledoran nafsu, membersihkan nafsu, dan yang lainnya.

Serta menemukan nur hati di dalam tangisnya di waktu sahur.

Menurut sebagian ulama, ahwa sudah melihat seorang ‘abid (budak) ahli ibadah yang menangis, kemudian ditanyakan kepadanya alasannya menangis. Dia menjawab bahwa dia menangis karena takut yang ditemukan oleh orang-orang yang takut di dalam hatinya. Takut terhadap panggilan ketika akan menghadap kepada Allah swt.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad kar,angan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar