Inilah 10 Perkara Yang Dibenci Allah

Menurut ba’dhul hukama bahwa ada 10 perkara yang tidak disukai/dibenci oleh Allah, dan lebih dibenci daripada yang lainnya.

Pertama, pelit dari orang yang kaya. Menurut Hakim bahwa pelit itu menghapus sifat kemanusiaan, dan menetapkan sifat atau adat hewani.

Kedua, orang faqir yang takabur. Diterima dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda: Dimana-mana seorang lelaki berucap, “Sudah rusak/celaka”, ke orang-orang, maka lelaki tersebut merupakan orang yang paling rusak. HR Imam Muslim

Hadist tersebut menerangkan tentang larangan untuk berbuat ‘ujub dan memandang hina orang lain. Maka hal ini adalah haram.

Sedangkan apabila ucapan “Sudah rusak/celaka”, karena prihatin terhadap urusan agama orang lain dan mengucapkannya dengan nada sedih, maka hal tersebut tidak apa-apa.

Ketiga, sifat thama’ yang ada di para ulama. Keempat, sedikitnya perasaan malu dari perempuan. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Siapa saja yang tidak terbukti sifat malunya (tidak punya rasa malu), maka tidak ada agama yang sempurna bagi orang tersebut. Dan apabila tidak terbukti seseorang memiliki rasa malu di dunia, maka orang tersebut tidak akan masuk surga.”

Kelima, menyukai harta benda dari orang-orang yang sudah tua. Menurut Imam Abu Bakar al Maraghi bahwa orang ‘aqil itu adalah yang mengatur urusan dunia dengan qanaah dan tidak terburu-buru, serta mengatur urusan akhirat dengan cepat (tidak mengakhir-akhirkan), dan dalam perkara agama dengan ilmunya dan sungguh-sungguh.

Keenam, sifat malas dari para pemuda dalam melakukan amal kebaikan. Ketujuh, sifat dhalim dari para penguasa. Rasulullah saw bersabda, “Siapa saja orang yang ridha kepada penguasa terhadap perkara yang dibenci Allah, maka orang tersebut keluar dari agama Allah swt.”

Kedelapan, sifat penakut dari angkatan perang. Sifat penakut ini merupakan kelemahan hati yang mengikat kepada orang-orang dalam menghadapi musuh.

Kesembilan, sifat ‘ujub dari golongan ahli zuhud. Diriwayatkan bahwa Nabi saw bersabda, “Siapa saja orang yang memuji dirinya karena melakukan amal shalih, maka benar-benar hilang rasa syukurnya dan hancur lebur amalnya.” HR Abu Nu’aim

Nabi saw juga bersabda, “Tidak semata-mata seseorang memakai baju dengan tujuan agar merasa bangga dengan baju tersebut, lalu orang-orang melihatnya. Maka Allah swt tidak akan melihatnya di hari kiamat. Sehingga orang tersebut mencopot bajunya kapan saja.” HR Imam Thabrani

Rasulullah saw juga bersabda, “Rugi dan celaka anak Adam, kenapa merasa sombong/besar. Padahal mereka akan menjadi bangkai yang bau, serta mereka (ibnu Adam) diciptakan dari tanah. Dan akan kembali lagi ke tanah ibnu Adam.” HR Imam Dailami

Kesepuluh, sifat riya’ dari kalangan ahli ibadah. Rasulullah saw bersabda, “Kalian harus takut apabila mencampurkan antara tha’at kepada Allah dengan perasaan suka dipuji ole sesama manusia. Itu merupakan penyebab hancur lebur amal kalian.” HR Imam Dailami

Tetapi apabila ada pujian dari orang lain, sedangkan dia tidak menginginkan pujian tersebut, maka hal tersebut tidak apa-apa (tidak disebut riya’). Seperti hadist yang diriwayatkan dari Abi Dzar radhiyallahu ‘anhu:

Bagaimana menurut engkau wahai Rasulullah, apabila ada seseorang yang mengerjakan amal kebaikan, dan orang lain memujinya? Maka Nabi saw menjawab, “Itu merupakan kebahagiaan yang cepat/kontan bagi orang mu’min” HR Imam Muslim