Apa sajakah yang menjadi obat untuk hati yang keras

Menurut Syeikh Abdullah al Inthaki rahimahullah bahwa ada lima perkara yang menjadi obat hati ketika hati sedang keras. Lima perkara ini diambil dari perkataan As Sayyidul Jalil Ibrohim al Khawas.

Sebagian ulama ada yang menambahi terhadap lima perkara tersebut (yang menjadi pengobat hati yang keras), tetapi semuanya masih mencakup yang lima itu.

Yang pertama, harus bercampur atau bergaul dengan orang-orang shalih, dengan cara menghadiri tempat pengajiannya, dan riwayat-riwayatnya orang shalih, menjauhi omongan atau pembicaraan yang buruk, serta menjauh dari orang-orang yang sedang berbuat dosa.

Yang kedua, membaca Al Qur’an disertai dengan berfikir tentang maknanya.

Yang ketiga adalah mengosongka perut, artinya memasukkan sedikit makanan dengan barang halal. Memakan barang halal itu menjadi pokok dari macam-macam kebaikan, sebab akan menerangi hati. Maka akan bersinar cerminnya penglihatan hati, serta akan berbeda dari kotoran yang menjadikan keras hati.

Diterangkan dalam sebuah hadist marfu’ bahwa ada tiga perkara yang mewaris (menyebabkan keras hati. Yaitu suka makan, suka tidur, dan suka istirahat.

Yang keempat adalah sering bangun malam, kemudian melakukan shalat sunah setelah tidur.

Yang keempat, sering tadharru’, yaitu suka bangun lebih awal pada waktu shubuh, kemudian berdoa kepada Allah dibarengi dengan mantengnya hati sambil menangis. Sebab pada waktu shubuh tersebut adalah waktu datangnya cahaya ke dalam hati, dan waktu turunnya rahmat.

Sebagian ulama menambahinya (menjadi enam), yaitu dengan memperbanyak istighfar dan ingat mati, serta ziara ke kuburan sambil berfikir terhadap apa yang terjadi di dalam kubur, atau juga menghadiri orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar