Janganlah Malas Beribadah, Besar Kepala, Sibuk Dengan Dunia, dan Melakukan Dosa

Keterangan yang diterima dari Ba’dul hukama rahimahullaahu ta’aala:

Empat perkara buruk, yang disebut buruk disini adalah yang sering melekat celaan di dunia dan siksaan di akhirat, serta yang empat lagi lebih buruk.

Yang pertama adalah dosa, maksudnya dosa dari anak muda jelek, tetapi dosa dari orang yang sudah tua lebih jelek.

Yang kedua adalah disibukkan dengan dunia atau harta yang membuatnya bahagia, dari orang yang bodoh buruk, tetapi dari orang yang ‘alim atau orang yang berilmu lebih buruk. Seperti yang diterangkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Dailami, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Siapa saja orang yang bertambah ilmunya tetapi tidak bertambah zuhudnya dalam perkara dunia, maka tidak bertambah orang itu dari Allah swt kecuali bertambah jauh dari rahmat Allah.’

Yang ketiga adalah malas dalam melaksanakan tho’at kepada Allah, artinya memufaqatan terhadap perintah Allah swt, dari semua orang itu buruk, serta dari para ulama atau santri (orang-orang yang mencari ilmu) lebih buruk.

Dan yang keempat adalah besar kepala (sombong), dari orang kaya buruk, tetapi apabila dari orang faqir itu lebih buruk.

Dosa merupakan suatu hal atau perkara yang harus dihindari oleh semua orang, karena dosa adalah suatu hal yang buruk dan akan berakibat buruk baik di dunia maupun di akhirat. Setiap dosa yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat.

Kita janganlah menjadi orang yang terperdaya oleh dunia, karena dunia itu sifatnya fana’ atau tidak abadi. Semuanya pasti akan berakhir.

Janganlah malas dalam beribadah kepada Allah, karena kita harus yakin bahwa dalam setiap ibadah atau tho’at yang kita lakukan, pasti akan membawa manfaat dan faedah bagi kita, baik itu di dunia maupun di akhirat.

Sombong atau besar kepala adalah sesuatu yang jelek, jangankan Allah swt, manusia juga tidak menyukai orang yang sombong.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar