Perkara Yang Menjadi Benteng Seseorang Dari Godaan Setan

Keterangan yang diterima dari Syeikh Ka’bul Akhbar, beliau adalah ulama yang menjadi tempat berlindung ulamanya yahudi. Beliau masuk islam pada zaman Sayyidina Umar bin Khatthab radhiyallaahu ‘anhu.

Menurutnya bahwa benteng untuk orang mu’min dari godaan setan itu ada tiga perkara. Maksudnya yang bisa menghalangi bagi orang mu’min dan yang menjaga dari godaan setan. Tiga perkara itu adalah:

  • Mesjid itu menjadi benteng karena sebenarnya mesjid itu tempatnya orang-orang dzikir kepada Allah dan tempatnya malaikat-malaikat.
  • Dzikir kepada Allah menjadi benteng, apalagi bacaan laa haula wa laa quwwata illaa billaahi, artinya tidak ada daya dan upaya dari menjauhi larangan Allah, dan tidak ada kekuatan untuk melaksanaka tho’at kepada Allah, kecuali dengan pertolongan Allah, karena sebenar-benarnya setan itu sering takut (sembunyi) dan mundur bila mendengar orang yang dzikir kepada Allah.
  • Membaca Al Quran menjadi benteng dari godaan setan, apalagi bacaan ayat kursi.

Mesjid merupakan tempat yang suci, dimana orang-orang melaksanakan shalat, berdzikir, dan ber i’tikaf, dan lain sebagainya. Mesjid juga merupakan tempatnya para malaikat Allah.

Banyak sekali bacaan-bacaan ataui dzikir yang dianjurkan untuk dibaca (dikerjakan) oleh kita. Seperti membaca takbir, tahlil, tahmid, tasbih, shalawat, dan lain sebagainya. Hal ini apabila sering kita lakukan, maka selain mendapatkan pahala dari Allah juga akan mendatangkan kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Al Quran adalah mukjizat Nabi Muhammad yang paling besar, di dalamnya berisi hukum-hukum, sejarah, dan lain-lain. Kita harus membiasakan diri untuk membacanya secara rutin, karena mengandung banyak sekali manfaat.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar