Perkara Yang Membahagiakan dan Bisa Menghilangkan Kesusahan Menurut Para Hukama

Keterangan yang diterima dari sebagian hukama, yaitu para tabib atau dokter hati. Menurut mereka ada tiga perkara yang membahagiakan (menyenangkan) terhadap kebingungan, artinya yang menghilangkan kesusahan dan kebingungan.

Yang pertama adalah berdzikir kepada Allah, seperti banyak membaca (mengucap) lafadh laa ilaaha illallaah walaa haula walaa quwwata illaa billaah. Atau bermunajat dengan membaca yaa mughiitsu kulli malhuufin naadahu wa yaa mujiibu kulli mudhtarrinda’aahu wayaa haliiman ‘alaa kulli dzii hafwatin ‘ashaahu wayaa qaaiman bil kifaayatan liman aaatsarahu ‘alaa dunyaahu as alukal wushuula ila maa laa ashilu ilaihi illaa bima’uunatika wadaf’a maa laa uthiiqu daf’ahu illaa biquwwatika wa as aluka khiyaratan fiihaa ‘aafiyatun wa’aafiyatan fiihaa khiyaratun birahmatika yaa arhamar raahimiina.

Artinya: Ya Allah, yang menolong orang-orang yang prihatin yang memanggil kepada Engkau. Ya Allah, dzat yang meng ijabah (mengabulkan) perkara yang mendesak kepada orang yang berdoa kepada-Mu. Ya Allah, dzat yang hilmi kepada tiap-tiap yang memiliki kesalahan, yang mengingkari Allah. Ya Allah, dzat yang tegak dengan menyukupkan kepada orang yang memilih Allah, dan mengakhirkan dunia. Aku meminta kepada-Mu bisa wushul (sampai) kepada perkara yang aku tidak bisa wushul terhadap perkara tersebut, kecuali dengan pertolongan-Mu. Dan aku meminta kepada-Mu agar ditolak terhadap perkara yang tidak kuasa aku menolaknya, kecuali dengan kekuatan-Mu. Dan aku meminta kepada-Mu kebaikan yang mengandung keselamatan, dan keselamatan yang mengandung kebaikan, dengan rahmat-Mu wahai dzat yang Maha Penyayang.

Yang kedua adalah menemui orang-orang yang menjadi kekasih Allah, seperti ulama dan orang-orang shalih.

Yang ketiga adalah perkataan hukama, maksudnya yang menunjukkan perkataan itu terhadap dua kebaikan di dunia dan di akhirat.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar