Pembagian Martabat Menurut Ahli Tasawuf (Syariat, Thariqat dan Ma’rifat)

Keterangan yang diterima dari Rasulullah saw, bahwa beliau pernah berkata:

“Mahabbah dalam dzat Allah swt adalah bahwa ibadah kita kepada-Nya merupakan pondamen (pondasi) ma’rifat. Karena bagi para ahli tasawuf ada tiga macam martabat, yang pertama syari’at, nah menurut ahli tasawuf yaitu ibadah kepada Allah karena sebenar-benarnya ibadah tersebut adalah yang dituju dari syari’at. Syari’at itu menurut ulama fuqaha (ahli ilmu fiqih) adalah macam-macam hukum yang sudah dijelaskan oleh Allah swt kepada kita semua.

Yang kedua thariqat, untuk kita semua yaitu menuju Allah swt dengan ilmu dan amal.

Dan yang ketiga adalah ma’rifat, yaitu mengetahui tentang macam-macam batinnya perkara, nah tahunya akan bawatinul umur merupakan buahnya ma’rifat.”

‘Iffah atau mencegah (menahan diri)  dari meminta-minta ke makhluk merupakan cirinya yakin. Yakin itu adalah tekad atau prinsip bahwa sebenar-benarnya Allah swt itu Maha Kuasa terhadap segala perkara, dan yang memberi rizki kepada tiap-tiap hewan. Sambil menekadkan bahwa sebenar-benarnya rizki itu tidak akan sampai kepada hewan kecuali dengan disalurkan oleh Allah swt kepada hewan tersebut.

Sedangkan kepalanya yakin adalah takwa kepada Allah swt, maksudnya pokok dasarnya yakin adalah nurut terhadap macam-macam perintah Allah, dan nyegah (tidak melaksanakan) larangan Allah, serta ridha terhadap takdir dari Allah, merasa senang dan hati berbahagia terhadap perkara  yang sudah takdirkan oleh Allah kepada dirinya, baik itu yang pahit maupun yang manis, serta merasa ridha terhadap kekuasaan Allah.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar