Mengapa Harus Memiliki Adab, Sabar dan Sifat Wara’

Keterangan yang diterima dari Imam Hasan al Bashri radhiyallahu ‘anhu:

Siapa saja orang yang tidak memiliki adab kepada orang itu, kepada Allah swt dan kepada makhluknya Allah, maka tidak ada ilmu kepada orang itu yang di itung-itung ilmu tersebut.

Siapa saja orang yang tidak ada kesabaran dalam memikul cobaan, memikul kesakitan, dan tidak sabar terhadap masyaqatnya menjauhi maksiyat, dan tidak sabar dalam melaksanakan macam-macam hal yang diwajibkan, maka tidak ada agama kepada orang itu yang di itung-itung agama tersebut.

Siapa saja orang yang tidak ada wara’ (keapikan) dari macam-macam yang haram dan perkara syubhat, maka tidak ada martabat bagi orang tersebut di hadapan Allah.

Setiap orang seharusnya memiliki adab-adaban, baik itu kepada Allah, kepada sesama manusia, maupun kepada makhluk lainnya. Hal ini dimaksudkan agar semua hal berjalan sebagaimana mestinya.

Ketika kita meminta sesuatu kepada Allah, maka ada beberapa hal yang mesti dilakukan, seperti selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, bermunajat kepada-Nya, selalu memuji-Nya, dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan sehari-hari juga kita harus bisa menempatkan posisi kita pada tempat yang seharusnya, selalu menghormati orang lain dan menghargainya, tidak menzalimi orang lain, serta bergaul dengan baik bersama mereka.

Allah memberikan cobaan kepada manusia itu adalah untuk lebih menaikkan derajat kita, dan sebagai pelebur dosa. Oleh karena itu, kita harus sabar dalam menghadapinya.

Kita juga jangan menjadi orang yang tidak sabar dalam melaksanakan perintah Allah, karena setiap hal akan ada pembalasannya. Selain itu kita jangan sampai melakukan perkara yang diharamkan, karena ketidaksabaran kita untuk tidak melakukan maksiyat.

Kita juga harus senantiasa berhati-hati dalam setiap perkara, jangan sampai terjatuh atau terjerumus ke dalam perkara yang diharamkan atau yang abu-abu (ragu-ragu apakah haram atau halal).

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar