Ciri-Ciri Iman Yang Benar Menurut Rasulullah Beserta 3 Tingkatan Sabar

Diriwayatkan pada suatu waktu Rasulullah saw berangkat menuju para sahabatnya, kemudian beliau berkata:

“Bagaimana keadaan pagi ini kalian semua?”

Para sahabat menjawab, “Sudah jadi pagi-pagi ini kami semua beriman kepada Allah swt.”

Rasulullah berkata lagi, “Apa cirinya iman kalian semua?”

Para sahabat berkata, “Cirinya iman kami semua adalah, kami semua sabar dengan adanya musibah, maksudnya cobaan dari Allah swt. Dan dari kesenangan hidup, artinya dari kelapangan hidup. Kami juga ridha terhadap qadha dari Allah (takdir), tegasnya dari hukum Ilahi dalam perkara-perkara yang maujud menetapi sebagaimana ketentuannya dari macam-macam tingkahnya, dari mulai jaman azali sampai jaman abadi (dari jaman yang tidak ada awalnya hingga jaman yang tidak ada akhirnya).

Rasulullah saw berkata: “Kalian semua adalah orang yang beriman dengan benar.

Sudah berkata sebagian para ahli ma’rifat, bahwa sabar itu ada tiga tingkatan.

  1. Yang pertama adalah meninggalkan keluhan kepada sesama manusia, ini merupakan derajatnya tabi’in.
  2. Yang kedua adalah ridha terhadap takdir dan ketentuan Allah, ini merupakan derajatnya zahidin (orang-orang yang zuhud dari dunia).
  3. Yang ketiga adalah mahabbah terhadap ibtila, artinya menyenangi cobaan dan ujian, nah ini merupakan derajatnya shiddiqin.

Maka diterangkan dalam hadist Rasulullah saw bahwa kita harus beribadah kepada Allah swt dengan perasaan ridha. Apabila kita tidak kuasa (tidak bisa) seperti itu, maka sabar dari perkara yang kita tidak menyukainya itu merupakan kebaikan yang banyak.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar