Cara Allah Memberikan Kebaikan Yang Sempurna Kepada Manusia

Dimana-mana Allah menjadikan seorang ‘abdi kepada kebaikan yang sempurna, maka Allah memberikan pengertian (ilmu) kepada orang tersebut dalam bidang agama, artinya dalam macam-macam ushul agama dan macam-macam furu’nya.

Allah menjadikan orang tersebut zuhud dari dunia, maksudnya Allah menjadikan hatinya orang tersebut kosong dari perkara yang kosong tangannya dari perkara itu. Artinya hatinya merasa senang, tidak bimbang dari perkara yang tidak ada di tangannya.

Allah juga memperlihatkan kepada orang itu macam-macam keaiban dirinya sendiri, dan kekurangannya.

Ilmu merupakan sesuatu yang sangat berharga, seseorang yang berilmu pasti akan berbeda dengan orang yang tidak berilmu. Dengan ilmu lah manusia bisa membedakan antara yang benar dengan yang salah, yang maslahat dan madharat, yang menguntungkan dan yang merugikan, dan lain sebagainya. Ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu agama, yang bisa mengantarkan seseorang menuju kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Setiap manusia hendaknya tidak merasa resah dengan keadaan dirinya sendiri, walaupun di dalam keadaan yang sangat sulit. Karena yakinlah bahwa setiap perkara yang menimpa kita, itu sudah ada qadha dan qadarnya, dan pasti akan membawa manfaat bagi kita apabila kita ridha.

Sebaiknya kita semua disibukkan dengan memikirkan aib diri sendiri, bukannya malah sibuk melihat aib atau keburukan orang lain. Apabila kita bisa bersikap seperti ini, maka pasti akan mendatangkan kebaikan, karena ketika kita melihat aib diri sendiri maka kita akan berusaha terus memperbaikinya.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar