Apa Sajakah Buah atau Hasil Ma’rifat Kepada Allah

Keterangan yang diterima dari sebagian hukama, yaitu yang terbukti omongannya dan perbuatannya.

Buahnya ma’rifat, maksudnya mengetahui sifat-sifatnya Allah swt itu ada tiga perkara. Yang pertama perasaan malu kepada Allah, artinya hatinya mengkerut ketika berma’siyat kepada Allah. rasa cinta dalam dzat Allah, maksudnya mencintai perkara yang tetap ada di Allah swt, dari ganjaran dan mendapatkan ridha Allah. dan yang ketiga adalah hati tenang dengan dzat Allah, artinya bersihnya hati dari perasaan waswas dengan adanya dzat Allah swt.

Maka tiap-tiap orang yang merasa tenteram berarti ia orang shalih. Dan kalau hati tenang dengan dzat Allah itu merupakan tapak (bekas) melihat sifat jamal nya hadhrah Allah swt di dalam hati.

Ahli ma’rifat akan merasa malu apabila dia melakukan ma’siyat (terlanjur ma’siyat kepada Allah), dia merasa menyesal sekali atas perbuatannya serta merasa bersalah. Selain itu dia bertaubat kepada Allah swt dengan taubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha), dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan ma’siyat lagi.

Dalam menjalani hidup di dunia ini, hendaknya setiap manusia berusaha dan berjuang untuk mendapatkan ridha Allah. Kita harus ingat dan tidak boleh lupa bahwa Allah lah yang menciptakan kita, dan kepada-Nya kita akan kembali.

Ketika kita sudah dekat dengan Allah dan menyandarkan hati (diri) kita kepada Allah, dan meyakini bahwa setiap perkara yang terjadi sudah ada qadha dan qadarnya, maka kita akan merasa tenang, merasa tenteram dan bahagia.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar