Tafakur Seperti Apakah Yang Diperintahkan Allah

Tafakur yang diperintahkan dan bisa membawa ma’rifat kepada Allah itu ada dua, yaitu:

  1. Tafakur tasdiiqin, adalah yang mendorong bertambahnya kepercayaan kepada Allah, yaitu tafakur dalam ciptaan Allah swt. Yang menunjukkan bahwa ada yang menciptakannya, sehingga makin bertambah kepercayaannya terhadap Allah. Nah tafakur yang seperti ini adalah tafakurnya salikiin, yaitu yang memikirkan tentang hasil ciptaan/perbuatan dijadikan dalil terhadap ada yang menciptakannya/membuatnya.
  2. Tafakur syuhuudin, adalah tafakur yang menjadikan tambah-tambah ma’rifat kepada Allah swt. Yaitu tafakurnya orang ahlul mujdzib, rasa keduniaannya hilang karena penuh dengan cahaya ma’rifat kepada Allah. sehingga tidak ada yang terlihat dan terasa kecuali keagungan Allah.

Maka kita diperintahkan oleh Allah untuk memikirkan keadaan alam, lalu ingat kepada yang menciptakannya.

Kita harus selalu sadar dan selalu ingat bahwa dalam setiap hembusan nafas dan dalam setiap perbuatan yang kita lakukan, itu adalah atas kehendak Allah. Oleh karena itu kita jangan sampai melakukan perbuatan yang tidak diridhai oleh-Nya.

Perhatikanlah alam sekitar kita, pelajarilah dan renungkanlah, semuanya itu adalah atas kehendak dan ciptaan Allah. Janganlah kita menjadi orang yang tidak bisa mengambil pelajaran dari alam sekitar kita, dan janganlah menjadi orang yang durhaka kepada Allah.

Kita harus mengisi hidup ini dengan hal-hal yang berharga dan bermanfaat, serta mendapat ridha Allah swt, sebagai bekal untuk di akhirat nanti.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus lima puluh tiga)