Cara Setan Menjerumuskan dan Menyesatkan Manusia

Dimana-mana kita tahu bahwa setan itu tidak lupa kepada kita, maka kita harus hati-hati jangan sampai kita lupa kepada Allah swt yang menguasai diri kita.

Kita semua harus hati-hati atau bersiap-siap dalam menghadapi setan, karena setan itu selamanya tidak akan lupa kepada kita. Serta terus-terusan menjalankan sumpahnya, yaitu mengajak orang-orang agar menjadi temannya nanti di neraka.

Oleh karena itu jangan sampai kita lupa kepada Allah swt, dzat yang menguasai diri kita.

Allah swt telah berfirman: “Innas syaithaana lakum ‘aduwwun fattahidzuuhu ‘aduwwan”, sebenar-benarnya setan itu adalah musuh bagi kamu, maka oleh kamu harus dijadikan musuh. Diperangi dengan menjalankan perintah Allah swt, dan dengan melekatkan atau menggantungkan hati hanya kepada-Nya. Serta harus membiarkan (tidak mendengar) ajakan setan yang merupakan musuh kita.

Kita itu tidak bisa melihat setan, jadi akan sulit untuk melawannya. Oleh karena itu kita semua harus berlindung kepada Allah swt.

Setan itu sampai kapan pun tidak akan berhenti untuk mengajak dan menjerumuskan manusia ke dalam kejahatan. Sehingga apabila manusia sudah banyak melakukan dosa dan lupa kepada Allah, setan itu akan senang karena dia jadi banyak temannya. Banyak sekali cara atau tipu muslihat yang dilakukan setan untuk menjerumuskan manusia, mulai dari harta, jabatan, syahwat, dan lain-lain.

Kita semua harus waspada dengan semua usaha setan tersebut. Banyaklah bergaul dengan orang-orang shalih, perbanyaklah mengikuti pengajian, laksanakanlah perintah Allah dan jauhi larangan-Nya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus dua puluh enam)