Sifat dan Ciri Orang Tawadhu

Manusia itu sebenarnya terbukti tawadhunya dari menyaksikan keagungan Allah swt, dan tajallinya sifat Allah.

Di bawah ini akan menjelaskan hakikatnya orang yang tawadhu. Maka  orang yang tawadhu dengan tawadhu yang sebenarnya adalah orang yang merasa rendah dirinya, dari sebab melihat atau menyaksikan keagungan Allah swt dan terbuktinya sifat Allah swt.

Intinya adalah dengan adanya melihat terhadap keagungan Allah dari ciptaan-Nya, dan melihat macam-macam sifat-Nya yang sempurna dan agung, terus merasa dirinya itu adalah makhluk yang lemah, yang hina, yang fakir, yang bodoh dan yang apes.

Kemudian dirinya melaksanakan segala keharusan atau kewajiban terhadap Allah. Nah itu semua adalah orang yang memiliki sifat tawadhu yang sebenar-benarnya.

Kita semua harus berusaha atau berjuang dengan sekuat tenaga agar menjadi orang yang tawadhu. Kita jangan menjadi orang yang sebaliknya (tidak tawadhu), misalkan menjadi orang sombong, takabur, riya, melaksanakan perkara yang dilarang oleh Allah, dan lain sebagainya.

Tawadhu itu akan didapatkan atau dimiliki dengan melalui proses dan ikhtiar. Mungkin saja orang mendapatkan sifat ini tanpa melalui perjuangan, tetapi biasanya sifat ini didapatkan setelah  kita melalui perjuangan. Misalnya setelah melalui cobaan atau musibah dulu, baru kita bisa memiliki sifat ini. Karena dengan adanya musibah kita jadi bisa mentafakurinya, kita sadar bahwa tidak selamanya hidup itu bahagia, kadang juga ada kesedihan, dan kita semakin yakin dengan keagungan Allah. dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus tiga puluh)