Bagaimana Perjalanan Awal Ahli Ma’rifat

Orang yang berangkat menuju ma’rifat kepada Allah swt itu membangkitkan cita-citanya di alam dunia menuju Allah swt, terus berangkat sambil meminta pertolongan dari-Nya, ingin sampai ke hadhratul qudsiyyah.

Tingkah awalnya ahli suluk, yaitu setelah dipenuhi dengan keyakinan yang bisa mendorong kepada kejujuran. Serta dibekali dengan ilmu yang mendorong adanya tawakal dan akalnya sehat. Sehingga menghindar dari keindahan dunia, maka berangkat menuju Allah swt sambil membangkitkan (membangunkan) cita-citanya, sehingga besar semangatnya. Terus menuju Allah swt sambil meminta tolong agar berada dalam kelancaran, sehingga akhirnya sampai kepada wushul ke Allah swt.

Jadi membangunkan atau membangkitkan cita-cita yang dibarengi dengan meminta tolong kepada Allah, itu merupakan pondasi untuk menuju ma’rifat kepada Allah.

Dan yang dimaksud dengan membangunkan cita-cita adalah dengan nurut terhadap perintahnya Allah swt, dan pasrah terhadap segala ketentuan dari Allah swt, sambil meminta tolong kepada-Nya, ingin lancar bisa sampai, maka hatinya lepas dari bersandar kepada dirinya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus enam puluh)