Keutamaan Bertaubat Setelah Melakukan Dosa Besar Maupun Kecil

Keterangan yang diterima dari Rasulullah saw: “Tidak ada dosa kecil serta melanggengkan, sebab dosa kecil itu apabila dilanggenkan akan besar, maka nantinya akan menjadi besar. Dan juga sebenar-benarnya dosa kecil itu apabila di ‘azam (niat) melanggengkannya akan jadi besar, sebab niatnya manusia dalam kemaksiyatan akan menjadi maksiyat. Dan juga tidak ada dosa besar apabila dibarengi dengan istighfar, maksudnya taubat disertai dengan syarat-syaratnya. Sebab sebenar-benarnya taubat itu melebur dosa besar.

Nah, hadist diatas diriwayatkan dari Imam Dailami dari Ibnu ‘Abbas.

Jadi apabila kita melakukan dosa-dosa kecil, kita harus cepat-cepat bertaubat. Artinya menyesali atas apa yang sudah dilakukan, meminta ampun kepada Allah swt, dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan dosa itu lagi.

Dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus, akan bertambah terus-terusan, sehingga akhirnya menjadi besar. Seperti pepatah mengatakan sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.

Dosa kecil tersebut jangankan dilakukan, hanya berniat saja di dalam hati, akan dianggap sebagai kemaksiyatan.

Tetapi apabila kita melakukan dosa besar, kemudian kita ber istighfar dan bertaubat yang sebenar-benarnya (taubatan nasuha), maka dosa tersebut akan diampuni oleh Allah swt. Karena taubatan nasuha itu akan melebur dosa-dosa yang sudah dilakukan.

Setiap orang pernah melakukan dosa, apakah itu dosa besar ataupun dosa kecil. Tetapi orang-orang tersebut ada yang bertaubat kepada Allah dan ada yang tidak bertaubat. Akibatnya tidak hanya dirasakan di dunia saja, tetapi juga akan dirasakan di akhirat.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar