Mengapa Harus Berprasangka Baik Kepada Allah

Kita jangan terlalu mencari atau mengejar-ngejar terhadap tetapnya waridatul ilahiyah. Yang mana waridat tersebut sudah membeberkan terhadap cahayanya, sudah menempelkan kepada asrarnya (rahasianya), tegasnya sudah mendatangkan buahnya. Sebab bagi kita dari Allah itu kaya, tidak memerlukan dari yang lainnya

Apabila kita kedatangan waridatul ilahiyah serta terlihat buah-buahnya, namun waridatul ilahiyah tersebut apes dari kita. Maka kita tidak perlu mengejar-ngejar atau menyusul waridatul ilahiyah tersebut, sebab itu merupakan urusannya penentuan Allah swt.

Bagi kita sudah cukup oleh Allah swt ingin apa saja, tidak perlu dari yang lainnya. Kita hanya perlu melaksanakan keharusan kita sebagai ‘abdi yaitu ibadah kepada Allah dengan khusyu’. Dan kalau waridatul ilahiyah dikejar juga, tidak akan membuat kita kaya dari Allah swt.

Selain itu kalau kita mengejar-ngejar waridatul berarti kita cinta terhadap waridat, sedangkan kalau kita cinta kepada waridat, maka kita akan menjadi ‘abdinya waridat. Padahal Allah tidak menyukai makhluk-Nya menjadi ‘abdi dari selain Allah swt. Oleh karena itu kita harus husnudhan (berprasangka baik) kepada Allah, nanti akan didatangkan kembali oleh Allah dalam waktu yang dipilih oleh-Nya.

Kita harus meyakini bahwa semua itu sudah ada dalam ketentuan Allah swt, baik itu kelahiran, kematian, rezeki, kebahagiaan, musibah, dan lain sebagainya. Jadi dalam menjalani hidup di dunia ini semuanya harus dilakukan karena Allah, jangan sampai melakukan sesuatu selain untuk Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus sebelas)