Orang Yang Mencari Ilmu Bermanfaat Akan Ditanggung Rizkinya Oleh Allah

Ilmu yang paling bagus adalah ‘ilmun naafi’i, atau dengan kata lain ilmu yang ngebarengin terhadap khasyah. Yaitu permulaan ilmu untuk ma’rifat kepada Allah, dan untuk mengetahui segala keharusan dari Allah, dan yang bisa membersihkan kotoran di dalam hati, serta yang memenuhi dengan sifat-sifat yang bagus, sehingga mendorong terhadap khasyah kepada Allah swt.

Menurut Allah swt ulama itu adalah orang-orang yang takut oleh-Nya, orang yang memiliki ilmu yang bermanfaat. Firmannya: “innamaa yakhsyaallaaha min ‘ibaadihil ‘ulamaa u”. Orang yang mencari ‘ilmun naafi’i oleh Allah akan dicukupkan rizkinya.

Rasulullah saw bersabda: “thaalibul ‘ilmi takafalallaahu lahu birizqihi”, orang yang mencari ilmu yang bermanfaat itu ditanggung rizkinya oleh Allah.

Dalam menjalani hidup di dunia ini kita harus selalu bertanggung jawab atas segala hal yang kita lakukan. Jangan sampai apa yang telah diberikan Allah menjadikan kita lupa diri dan takabur. Banyak sekali orang di dunia ini yang memiliki ilmu, tetapi ilmunya itu dipakai untuk melakukan hal-hal yang melanggar agama, melanggar perintah Allah dan merugikan orang banyak.

Misalnya orang-orang yang menguasai teknologi, mereka menggunakan ilmunya untuk kepentingan dirinya sendiri atau golongannya, mereka tidak mempedulikan orang lain yang sengsara dan menderita akibat perbuatannya. Mereka berusaha sekuat tenaga agar dirinya mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya , tanpa menghiraukan kerugian orang lain.

Atau orang yang menguasai suatu ilmu hipnotis, dia memakainya untuk kepentingan pribadi dan merugikan orang lain, dan masih banyak contoh yang lainnya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus dua puluh dua)