Inilah Rahasia Agar Hati Tenang dan Bahagia Menurut Islam

Perkara yang ditemui oleh hati adalah menjadi bukti dari macam-macam kebingungan dan prihatin. Ini merupakan arah dari terhalangnya hati dari musyahadah kepada Allah swt.

Hati yang bingung dan prihatin disebabkan hatinya tidak musyahadah kepada Allah swt. Karena kalau musyahadah kepada Allah, Allah akan memberi ketenangan dan ketenteraman, seperti firman-Nya: “Alaa inna auliyaa Allaahi laa khaufun ‘alaihim walaa hum yahzanuuna”.

Jadi adanya kebingungan itu muncul dari tidak adanya perasaan hati bahwa segala kejadian dikehendaki (dijadikan) oleh Allah. Padahal segala kejadian yang ditakutkan itu dijadikan (diadakan) oleh Allah.

Pada jaman dahulu ketika Sayyidina Abu Bakar ra dan Nabi Muhammad saw ada di dalam goa, mereka merasa takut akan bisa ditangkap oleh kaum kafir, maka Nabi yang musyahadah kepada Allah berkata kepada Sayyidina Abu Bakar: “laa tahzan innallaaha ma’anaa”, tenang saja karena Allah menyertai dengan penjagaan-Nya.

Maka orang-orang yang penglihatan hatinya buta yang disebabkan tidak adanya ilmu kema’rifatan dan kurang tauhidnya, sebab tidak dekat dengan pengajian, maka sering merasa prihatin. Rasa prihatinnya itu kadang berlebihan, walaupun dalam masalah yang sepele dari urusan dunia.

Jadi kesimpulannya adalah agar hati kita tenteram kita harus musyahadah kepada Allah, harus dekat dengan Allah, melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan sering bergaul dengan orang-orang shalih, sering mengikuti pengajian, dan lain sebagainya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus empat belas)