Inilah Keutamaan Munajat atau Doa Kepada Allah

Ilaahii anal faqiiru ghinaaii fakaifa laa akuunu faqiiran fii faqrii ilaahii anal jahiilu fii ‘ilmii fakaifa laa akuunu jahuulan fii jahlii.

Ya Allah, aku adalah yang fakir dalam keadaan kaya, maka bagaimana tidak bukti aku yang fakir dalam kefakiranku.

Penulis kitab Hikam bermunajat kepada Allah swt, menyatakan dirinya yang fakir padahal keadaannya kaya. Maka bagaimana tidak akan fakir dalam keadaan fakir, maksudnya walaupun aku kaya dengan macam-macam pemberian dari Allah, tetap saja aku membutuhkan. Apalagi aku butuhnya dalam keadaan fakir.

Kemudian beliau (penulis ) berdoa ilaahii anal jahiilu fii ‘ilmii fakaifa laa akuunu jahuulan fii jahlii, Ya Allah akau adalah orang yang bodoh dalam keadaan pintar. Maka bagaimana tidak disebutkan bodoh dalam keadaan bodoh. Artinya walaupun aku pintar tetap saja hakikatnya aku bodoh, apalagi kalau keadaannya bodoh, maka sangat nyatalah kebodohanku.