Menghindarlah Dari Kemewahan Dunia

Orang yang menghindar dari kemewahan dunia, sambil memejamkan mata dari segala keindahannya. Menghindar sambil mundur, tidak menjadikan dunia sebagai tempat tinggal selamanya.

Orang yang memiliki keyakinan bahwa sebenar-benarnya Allah memerintahkan untuk beribadah, serta tahu bahwa segala urusan ada dalam kekuasaan Allah. Dan menyatakan bahwa alam dunia ini beserta perhiasannya bakal dirusak, maka dirinya akan menghindar dari alam dunia ini, serta memejamkan matanya dari melihat keindahan dunia.

Maka walaupun mata lahirnya melihat, tetapi mata hatinya tidak menghadap dan tidak tergoda. Jadi yang dimaksud menghindar dari keindahan dunia adalah menghindar dengan penglihatan hatinya.

Apabila mata hatinya melekat kepada keindahan dunia, walaupun dunianya tidak ada, itu tidak ada manfaatnya.

Kalau memiliki harta dunia yang banyak, tetapi hatinya tidak dilekatkan kepada dunia, itu termasuk kedalam menghindar dari dunia. Allah swt berfirman didalam Al Qur’an kepada orang yang diberi kerajaan dunia, yaitu Nabi Sulaiman as: “ni’mal ‘abdu fainnahu awwabun”, “Ini adalah kerajaan dunia pemberian-Ku”. Maka berikanlah olehmu atau ajaklah sambil tidak dilekatkan kedalam hati.

Walaupun Nabi Sulaiman sangat kaya, tetapi beliau termasuk kedalam orang yang dipuji oleh Allah swt sebagai orang yang terbaik. Karena beliau banyak kembalinya (sering menghadap Allah).

Jadi walaupun kaya, tetapi beliau hatinya tidak melekat kepada keduniawian, sehingga tidak mengganggu akhiratnya.

Kita jangan tertipu oleh keindahan dunia, yakinlah bahwa dunia itu tidak abadi dan akan berakhir.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus lima puluh sembilan)