Manfaat Tafakur Bagi Diri Kita

Tafakur itu seolah-olah adalah lampunya hati, apabila lampunya hilang maka tidak akan terang hati tersebut.

Tafakur itu sangat penting sekali, sehingga diibaratkan lampu hati. Kalau lampunya itu menyala maka hatinya akan bercahaya, akan lancar segala yang ditujunya, kalau hatinya dipakai untuk memikirkan yang dituju.

Maka orang yang menuju ma’rifat kepada Allah swt, lalu tafakur dalam keagungannya Allah swt, dan tafakur tentang Maha Esa nya Allah, nah ini jadi cahaya didalam hati, yang bisa menyampaikan ke ma’rifat kepada Allah swt.

Sedangkan kalau hilang tafakurnya dalam memikirkan keagungan Allah, terus tafakur dalam keadaan dunia, maka hatinya akan menjadi gelap kembali, sehingga jalan ma’rifat jadi tertutup.

Kita harus berusaha dan menjaga agar lampu di dalam hati terus menyala, caranya seperti memelihara hati kita dari keinginan memikirkan dunia yang berlebihan, tidak mengikuti hawa nafsu, mengosongkan hati kita dari perasaan ‘ujub, takabur dan riya. Selain itu kita harus berfikir bahwa Allah swt pasti mengetahui segala itikad hati dan segala perbuatan kita, kita harus yakin bahwa Allah itu Maha Esa, tidak ada Tuhan yang lain selain Dia, Allah lah yang menciptakan manusia, jin, bumi, langit beserta isinya. Yakinlah bahwa setelah kehidupan di dunia akan ada akhirat yang kekal, tempat kita mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di dunia.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus lima puluh dua)