Inilah Manfaat dan Keutamaan Berdoa Setelah Shalat Jumat

Keterangan yang diterima dari Abi Bakar Dalfa bin Jahdar dari daerah Syibli Baghdad, yang menjadi sahabatnya Imam Junaidi. Beliau hidup selama 87 tahun, dan meninggal pada tahun 334. Kuburannya di Baghdad Irak, beliau adalah dari golongan ahli ma’rifat.

Beliau berkata didalam munajatnya: “Ya Allah, sebenar-benarnya aku senang memberikan kepada-Mu segala kebaikanku, sambil aku butuh terhadap kebaikan itu, serta aku lemah dalam memperbanyak ibadah. Sebab bagaimana tidak cintanya aku Ya Allah kepada-Mu, bahwa Engkau mengampuni dosa-dosaku, padahal Engkau Kaya (mampu) dalam menyiksaku. Karena sebenar-benarnya dosaku tidak menjadi madharat bagi-Mu, serta sebenar-benarnya kebaikanku tidak manfaat bagi-Mu.”

Sebagian orang-orang agung juga menganjurkan agar setelah shalat jumat membaca bait ini sebanyak tujuh kali: ilaahii lastu lilfirdausi ahlaa, walaa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi. Fahablii taubatan waghfir dzunuubii, fainnaka ghaafirudz dzambil ‘adhiimi. Wa’aa milnii mu’aamalatal kariimi, wa tsabbitnii ‘alaan nahjil qawiimi.”

“Ya Allah, aku bukan ahli penduduk surga, dan aku tidak akan kuat duduk diatas neraka jahim. Semoga Engkau melebur kesalahanku, dan semoga Engkau mengampuni dosa-dosaku, sebab sebenar-benarnya Engkau adalah Maha Pengampun. Dan semoga Engkau memperlakukanku seperti memperlakukannya Engkau kepada orang-orang yang diwelas (disayang) oleh-Mu, serta seperti kelakuannya yang dermawan. Dan semoga Engkau menetapkanku ke jalan yang lurus.”

Hikayat Imam Syibli Bersama Rasulullah saw Tentang Keutamaan Ayat Laqad Jaa akum…….

Ada sebuah hikayah, pada suatu waktu datang Imam as Syibli kepada Ibnu Mujahid. Lalu Ibnu Mujahid memeluk Imam as Syibli dan mencium diantara kedua matanya. Kemudian Ibnu Mujahid ditanya kenapa berlaku demikian. Maka Ibnu Mujahid berkata: “Kenapa  merangkulnya karena aku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw. Dalam mimpi tersebut Imam Syibli menghadap Rasul, lalu Nabi berdiri mendahului Imam Syibli dan merangkul serta mencium diantara kedua mata Imam Syibli. Aku bertanya kepada Rasul,’Wahai Rasulullaah kenapa engkau mencium Imam Syibli?’ lalu Rasul berkata,’Ya, sebab Imam Syibli tidak semata-mata shalat fardhu, kecuali setelahnya dia membaca ayat Laqad jaaa akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum hariisun ‘alaikum bil mu’miniina rauufur rahiim, fain tawallau faqul hasbiyallaahu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘adhiimi’. Kemudian Imam Syibli berkata: ‘shallallaahu ‘alaika yaa Muhammad’, lalu aku bertanya tentang perkara yang sering dibaca oleh Imam Syibli setelah shalat. Lalu beliau menuturkan tentang ayat yang barusan.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar