3 Macam Nikmat Yang Diberikan Allah Kepada Manusia (Mensyukuri Nikmat Allah)

Allah swt sudah memuliakan kita dengan 3 karomah, yaitu yang pertama Allah sudah menjadikan kita eling/ingat kepada-Nya, maka kalau tidak ada fadholnya Allah, kita tidak akan bisa jadi orang yang dzikir kepada-Nya. Yang kedua adalah Allah menjadikan kita dikenal sebagai tukang dzikir kepada-Nya. Dan yang ketiga Allah menjadikan kita dikenalkan dengan para malaikat yang ada di hadapan-Nya, yaitu malaikatul muqarrabin. Maka Allah menyempurnakan terhadap kenikmatannya kepada kita.

Kenikmatan Allah yang besar yang diberikan kepada orang-orang yang eling/ingat kepada-Nya, ada tiga macam:

  1. Apabila kita bisa dzikir kepada Allah, maka kita oleh Allah diberi nikmat dengan bisa dzikir. Nah ini kalau tidak ada fadhol dari Allah, kita tidak akan bisa dzikir.
  2. Kita dikenal sebagai orang ahli dzikir kepada Allah, sebab kalau kita dzikir kepada-Nya, oleh Allah dinyatakan bahwa kitalah yang berdzikir, walaupun hakikatnya dikehendaki oleh Allah (Allah yang menjadikan kita berdzikir).
  3. Kita dikenalkan dihadapan malaikatul muqarrabin, dan Allah menyatakan adanya dzikir kepada kita.

Maka dimana-mana Allah dzikir kepada kita, itu berarti Allah sudah menyempurnakan kenikmatannya kepada kita. seperti firman Allah: “waladzikrullaahi akbar”, dzikir Allah swt terhadap ‘abdi-Nya sangat agung.

Allah swt berfirman: “fadzkuruunii adzkurkum”, “kalian harus ingat kepada-Ku, maka Aku bakal sangat mementingkan kepada kalian semua”. Maksudnya akan memberikan kenikmatan yang agung (besar).

bersyukur

Dan ada juga didalam hadist: “tidak semata-mata orang-orang berkumpul berdzikir kepada Allah, maka oleh Allah akan dikenalkan kepada malaikat”

Kenikmatan yang diberikan kepada kita itu sangat banyak sekali, sehingga tidak akan bisa terhitung. “Wa in ta’udduu ni’matallaahi laa tuhsuuhaa”, kalau kita menghitung-hitung nikmat dari Allah, itu tidak akan terhitung.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus empat puluh tujuh)