Keadaan Orang Yang Mati Tanpa Membawa Bekal Amal Shalih

Menurut Abu Bakar ash Shiddiq ra, “Siapa saja orang yang masuk ke kuburan tanpa bekal (amal shalih), maka itu seperti berjalan di atas lautan tanpa perahu. Maka bakal tenggelam (terengah-engah), tanpa ada pertolongan kecuali dengan pertolongan orang yang menyelamatkan. Seperti sabda Nabi saw: ‘Tidak ada satu mayat di dalam kuburannya, kecuali itu seperti orang yang tenggelam yang meminta (menunggu) pertolongan’.”

Jadi ketika hidup di alam dunia ini, kita harus berupaya semaksimal mungkin dan berjuang dengan sekuat tenaga, untuk mengumpulkan bekal agar bisa dibawa ke alam kubur dan akhirat. Bekal disini maksudnya adalah amal kebaikan, amal yang dilakukan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan keridhaan Allah swt.

Kebaikan Para Sahabat Nabi Muhammad

Ada keterangan yang diterima dari Sayyidina Umar ra, yang dikutip dari asy syeikh ‘Abdil Mu’thissamlaawi, bahwa sebenar-benarnya Nabi saw berkata kepada malaikat Jibril: “Wahai malaikat Jibril, coba ceritakan olehmu kepadaku macam-macam kebaikannya Sayyidina Umar!” Maka berkata Malaikat Jibril: “Kalau terbukti lautan jadi tinta dan pepohonan jadi qalamnya, maka aku tidak akan bisa meringkas (ngitung) terhadap kebaikannya Sayyidina Umar.” Lalu berkata Nabi saw: “Coba ceritakan kepadaku kebaikannya Abu Bakar!” lalu berkata Malaikat Jibril: “Kebaikannya Sayyidina Umar itu sebagiannya kebaikannya Sayyidina Abu Bakar.”

Keagungannya dunia itu dengan wujudnya harta, sedangkan kalau keagungan akhirat dengan wujudnya shalihnya amal. Maka tidak akan terwujud dan kuat urusan dunia kecuali dengan harta. Dan tidak akan wujud dan kuat urusan akhirat serta tidak akan beres, kecuali dengan amal shalih.

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar