Hikmah Dari Tho’at atau Menjalankan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan Allah

Hikmah Dari Tho’at atau Menjalankan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan Allah

Diwahyukan kepada sebagian para nabi, bahwa Allah swt berfirman: “Kamu harus tho’at kepada-Ku dalam perkara-perkara yang sudah Aku perintahkan kepadamu, dan jangan maksiyat kamu kepada-Ku dalam perkara yang Aku sudah menasihati kamu terhadap perkara tersebut.”

“Tegasnya dalam perkara yang Aku sudah mengajak kamu terhadap perkara yang ada kemaslahatan. Dan dalam perkara yang Aku sudah melarangnya karena jadi kerusakan.”

Allah memerintahkan kepada para Nabi khususnya dan manusia pada umumnya agar tho’at kepada-Nya, melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Ketika Allah memerintahkan sesuatu perkara pasti itu ada hikmahnya, ada kemaslahatannya di dunia maupun nanti di akhirat.

Begitu juga ketika Allah melarang suatu perkara dilakukan oleh manusia, itu berarti akan mengandung keburukan, menjadikan kerusakan di dunia dan di akhirat.

Di dalam islam sudah jelas sekali mana yang benar dan mana yang salah, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, mana yang maslahat dan tidak maslahat, dan lain sebagainya. Semuanya ada tuntunannya, ada pedomannya, ada hukumnya, di dalam Al Quran, hadist, ijma, ijtihad para ulama.

Selain itu kita juga harus mencontoh perilaku hidup Nabi Muhammad saw, para sahabat, dan para ulama dan orang-orang shalih. Mereka sudah mendedikasikan hidupnya untuk Allah, dan berjuang mendapatkan ridha Allah swt.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar