Cara Untuk Menghilangkan Sifat Takabur dan Ciri Orang Tawadhu

Tidak akan bisa mengeluarkan sifat kesombongan yang ada di diri kita, kecuali kalau kita melihat sifat-sifat Allah swt.

Di bawah ini akan dijelaskan cara atau jalan untuk menghilangkan sifat takabur.

Selama kita belum memperhatikan dan belum melihat sifat-sifat Allah yang Maha Agung dan kekuasaannya Allah swt, pasti kita akan merasa agung dan takabur. Maka tidak akan bisa mengeluarkan ketakaburan kita, kalau kita belum bisa melihat sifat keagungan Allah swt.

Apabila kita memperhatikan dan sering mengingat-ingat terhadap kekuasaan Allah dan keagungan-Nya, serta kekayaan Allah, maka akan hilang dari kita segala sifat takabur, dana akan datang atau diganti dengan sifat tawadhu.

Siapa saja orang yang tawadhu dan menyatakan dirinya lemah dihadapan Allah, dan menyatakan diri hina serta fakir karena hatinya bergantung (melekat) terhadap sifat keagungan Allah, kekuasaan Allah, dan kekayaan Allah, maka oleh Allah swt akan diberikan sifat kemulyaan.

Di dalam hadist diterangkan: “man tawadha’a rafa’ahullaahu ta’aala”.

Di dalam setiap perkara ciptaan Allah serta dalam setiap kejadian yang menimpa hidup kita, kita harus bisa memetik pelajaran dan hikmahnya, jangan melihat kejadian yang menimpa dari satu sudut pandang saja. Misalnya pada suatu waktu kita mendapatkan musibah uang kita hilang, nah kita harus melihatnya dari sisi positif. Bisa saja uang kita hilang itu karena kita tidak membayar zakat, atau bisa saja orang yang mengambil uang kita itu disebabkan sangat membutuhkannya (keluarganya sedang di operasi dan membutuhkan uang banyak). Kita juga harus sadar bahwa uang (harta) itu titipan, kalau sebelumnya tidak punya uang, lalu punya, kemudian tidak punya lagi, kita seharusnya sudah terbiasa dengan hal itu. Insya Allah kalau kita bersikap demikian dan berprasangka baik dari kejadian tersebut, Allah akan ridha kepada kita dan akan menggantinya dengan yang lebih baik.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus tiga puluh satu)