Keutamaan dan Keistimewaan Ma’rifat Kepada Allah

Keterangan yang diterima dari sebagian para hukama, para dokternya hati, yaitu para waliyullaah. Siapa saja orang yang berprasangka bahwa sebenar-benarnya dirinya mempunyai yang akan menolong, atau yang menjaga, yang lebih utama daripada Allah, maka sedikit ma’rifatnya orang tersebut kepada Allah.

Dan maknanya siapa saja orang yang berprasangka bahwa sebenar-benarnya bagi dirinya ada yang menolong, yang lebih dekat daripada Allah, lebih banyak pertolongannya daripada Allah, maka orang tersebut tidak ma’rifat kepada Allah.

Siapa saja orang yang berprasangka bahwa sebenar-benarnya dirinya memiliki musuh yang sangat atau lebih memusuhinya dibandingkan dengan nafsu, maka orang itu sedikit ma’rifatnya kepada dirinya. Maksudnya, siapa saja orang yang berprasangka bahwa dirinya memiliki musuh yang lebih kuat daripada nafsu amarah dan nafsu lawwamah yang ada di dalam dirinya, maka orang tersebut tidak ma’rifat kepada dirinya.

 

Sumber: Kitab Nashaihul ‘ibaad karangan Syeikh Muhammad Nawawi bin ‘umar