Arti Kesenangan (Kebahagiaan Yang Hakiki)

Di bawah ini akan dijelaskan tentang arti senang yang hakiki.

Yang disebut senang yang hakiki adalah orang-orang merasa senang ketika ma’rifat kepada Allah, dan ingat kepada pemberian-Nya, serta enak-enakan dengan eling/ingat kepada-Nya.

Sedangkan  bersenang-senang diluar yang barusan, bukan senang yang hakiki.

Nah kesenangan yang hakiki ini tidak akan bisa sempurna. Sehingga hatinya harus bisa mengosongkan dari hal selain Allah swt, serta dipenuhi dengan rasa cinta kepada Allah swt. maka selama ‘abdinya Allah hatinya bergantung kepada perkara selain Allah, maka tidak akan sempurna kesenangannya dengan ma’rifat kepada-nya. Begitu juga sempurna kenikmatannya orang dengan dzikir kepada Allah, selama masih melekat atau bersandar kepada perkara selain Allah, atau selama ruh nya masih saja dipenjara di penjara alam hisi, artinya masih tergoda oleh keindahan alam dunia.

Jadi senang yang hakiki adalah yang diperintahkan Allah di dalam AL Qur’an: “wabidzaalika falyafrahuu”, orang-orang mukmin yang melihat fadhalnya Allah dan rahmatnya Allah harus merasa senang.

Dahulu pernah diwahyukan kepada Nabi Daud as, yaitu para shiddiqin, artinya orang-orang yang jujur dihadapan Allah swt dalam keimanannya, keislamannya dan keihsanannya, itu harus senang dengan mencintainya Allah swt, dan merasa enak dan eling kepada-Nya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus tujuh puluh satu)