Apa Saja Perintah Allah Yang Bisa Diqadha

Kita harus bisa membedakan macam-macam haq yang ada di macam-macam waktu, dan macam-macam haq nya macam-macam waktu.

Kita mempunyai keharusan terhadap Allah yang ada di beberapa waktu, yaitu ketentuan ibadah seperti shalat dan puasa. Siapa saja yang tidak bisa melaksanakan shalat pada waktunya, misalnya shalat dhuhur, maka itu bisa di qadha pada waktu ashar.

Sedangkan beberapa haq nya waktu, maksudnya beberapa muamalah batin yang harus dilaksanakan dalam tiap-tiap tingkahnya ‘abid. Seperti kita diperintahkan dalam tiap-tiap waktu agar ingat kepada Allah, harus muraqabah kepada-Nya. Kalau tidak bisa muraqabah dalam suatu waktu, maka itu tidak bisa diqadha. Sebab tidak ada suatu waktu yang datang kecuali ada lagi perintah yang baru yang harus dilaksanakan. Bagaimana bisa mengqadhanya dalam waktu yang baru, sedangkan waktu yang baru juga mempunyai perintah yang belum dilaksanakan.

Kesimpulannya adalah kita harus memperhatikan terhadap keharusan waktu, lebih dipentingkan daripada keharusan yang ada dibeberapa waktu. Dan keharusan waktu itu sangat banyak, yaitu seperti kita harus sabar, harus tawakal, dan harus ma’rifat kepada Allah swt.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus sembilan puluh sembilan)